Ini Dia 7 Skandal Kerajaan Arab Saudi yang Bikin Dunia Heboh

Inafeed.com – Kerajaan Arab Saudi atau al-Mamlakah al-Arabiyah as-Su’diyah dikabarkan memiliki sejumlah skandal yang pernah bikin heboh dunia. Kerajaan Arab Saudi didirikan dari unifikasi empat wilayah — Hejaz, Najd, dan bagian dari Arabia Timur (Al-Ahsa) dan Arabia Selatan (‘Asir) pada 23 September 1932.

Banyak sekali skandal – skandal dari kerajaan Arab Saudi yang sering bikin heboh dunia mulai dari sering melakukan pesta terlarang, tindakan memalukan, hingga pengkhianatan yang berujung pada pembunuhan sang raja.

Beberapa skandal dari Kerajaan Arab diantaranya seperti yang dilansir dari Liputan6.com. Yuk, simak !

1. Pembunuhan Raja Faisal

Salah satu skandal yang pernah terjadi di kerajaan Arab salah satunya pembunuhan raja Faisal. Pembunuhan yang terjadi pada tanggal 25 Maret 1975 menjadi hari yang kelam bagi Kerajaan Arab Saudi. Wafatnya sang penguasa dari Dinasti Saud itu sungguh tak terduga. Dalam insiden yang mengejutkan.

Pangeran Faisal bin Musaed, keponakan Raja Faisal ketika itu dengan sadis langsung menembakkan tiga peluru dari jarak dekat ke arah korban di tengah sebuah acara kerajaan saat berbincang dengan seorang delegasi Kuwait, saat menanti kedatangan sang raja.

Raja Faisal sedang membungkuk, untuk mencium keponakannya itu. Namun, tanpa peringatan, Pangeran Faisal bin Musaed mengeluarkan pistol dan menembak korban. Senjata itu diarahkan ke bawah dagu, lalu ke telinga.

Hingga pada akhirnya , pangeran Faisal bin Musaed dibekuk tak lama kemudian dan diperiksa pihak Kepolisian Saudi. Para dokter dan psikiater mengeluarkan diagnosis bahwa pelaku dalam kondisi ‘tak seimbang’ secara mental.

Pangeran Faisal dinyatakan bersalah dan pada Juni 1975, Faisal bin Musaed dieksekusi mati dalam kasus pembunuhan sang raja. Eksekusi pancung dilakukan di sebuah alun-alun di Riyadh.

2. Homoseksualitas Sang Pangeran

Skandal menghebohkan dari kerajaan Arab juga pernah terjadi di tahun 2010. Ketika itu , Pangeran Saud bin Abdulaziz bin Nasir al Saud ditahan gara-gara memukuli pembantunya hingga tewas di sebuah kamar hotel mewah di London.

Kasus pembunuhan tersebut menguak dugaan homoseksualitas sang pangeran. Hingga pada akhirnya , persidangan pun digelar di Old Bailey, para pengacara Pangeran Saud bin Abdulaziz bin Nasir al Saud berusaha membuktikan bahwa kliennya bukan gay.

Ketika itu , pengacaranya, John Kelsey-Fry QC berpendapat, pertanyaan soal seksualitas terdakwa, tak relevan dengan kasus tersebut. Ia menegaskan, homoseksualitas adalah pelanggaran luar biasa dalam hukum syariah Islam.

Jika sang pangeran dinyatakan sebagai homoseksual, maka ia terancam dieksekusi di negara asalnya.

Sementara , pembela hukum tetap bergeming, meski muncul pengakuan dari dua penghibur pria Pablo Silva and Louis Szikora yang mengaku melakukan tindakan seksual kepada sang pangeran.

Seorang porter, Dobromir Dimitrov, yang seorang homoseksual mengatakan, “Aku mengira mereka (korban dan pelaku) adalah pasangan gay.” Pangeran yang kala itu baru berusia 34 tahun mengakui bahwa ia melakukan kekerasan terhadap pelayannya, Bandar Abdulaziz, namun membantah telah membunuhnya.

3. Menipu Pangeran Charles

Skandal yang terjadi di kerajaan Arab juga salah satunya terkait penipuan pangeran Charles yang terjadi pada tahun 2006. Ketika itu , Konsul Jenderal AS Tatiana Gfoeller menulis kawat diplomatik yang merinci makan malam yang digelar Pangeran Khalid bin Faisal al-Saud untuk Pangeran Charles.

Pangeran Khalid konon tak siap menggelar acara makan malam itu. Sebab, istananya itu rusak dan membutuhkan renovasi besar. Seorang ‘pebisnis terkemuka dari Barat’ dipilih menjadi penyelenggara makan malam dan bertanggung jawab membereskan lantai pertama istana itu dalam waktu tiga minggu.

Proyektor juga dipasang di sana-sini untuk memproyeksikan hambar dan desain pada dinding. Makan malam hanya diterangi nyala lilin. Kamuflase itu berhasil. Pangeran Charles konon berkomentar, memuji kemewahan istana. Sang pangeran Arab menambahkan ‘tip’ sebesar US$ 13 ribu.

Dan ternyata , kawat diplomatik itu juga memuat pernyataan pebisnis yang menyebut Pangeran Khalid ‘pelit’.

4. Kisah Tragis Romeo dan Juliet ala Arab

Salah satu skandal yang terjadi di Arab Saudi juga salah satunya kisah tragis Romeo dan Juliet ala Arab. Kala itu, Putri Misha’al bint Fahd al Saud sudah dijodohkan dengan sesama ningrat. Calon suaminya adalah sepupunya sendiri.

Dan saat menempuh studi di Beirut, Lebanon, ia bertemu dan jatuh cinta dengan Khaled, putra seorang diplomat Saudi. Keduanya pun menjalin cinta terlarang. Hubungan itu terus dijalin bahkan ketika keduanya sudah kembali ke Arab Saudi. Pada 1977, mereka berniat melarikan diri, namun tertangkap.

Hubungan mereka, dan keengganan sang putri menyalahkan kekasihnya itu, bikin marah sang kakek, Muhammad bin Abdul Aziz al Saud — saudara sang raja.

Hingga pada akhirnya sang Putri Misha’al yang kala itu berusia 19 tahun dibawa ke sebuah tempat parkir di Jeddah. Ia dieksekusi dengan tembakan di depan kekasihnya. Sementara, Khaled dieksekusi pancung .

Ketika itu , pihak Saudi dilaporkan berusaha menutup-nutupi hubungan terlarang itu. Namun, upaya itu gagal. Hingga pada tahun 1980, kisah cinta yang berakhir tragis itu jadi subjek drama dokumenter berjudul Death Of A Princess yang ditayangkan BBC dan PBS.

5. Kokain di Pesawat Pangeran Arab

Skandal kerajaan arab yang bikin heboh dunia untuk terakhir kalinya terjadi pada tahun 2004. Ketika itu , Pangeran Nayef bin Fawwaz Al Shalaan didakwa di Amerika Serikat dan Prancis atas keterlibatannya dalam operasi perdagangan narkoba antara Amerika Selatan dan Eropa.

Skema itu berawal dari hubungan cinta antara sang pangeran dan perempuan Kolombia, Doris Mangeri Salazar di University of Miami pada tahun 1970-an. Mereka terus berhubungan dan bertemu beberapa tahun setelahnya.

Pada tahun 1998, sang pangeran diduga telah bertemu dengan anggota sindikat narkoba Kolombia, atas perantaraan Mangeri. Sindikat itu dipimpin Juan Gabriel Usuga dan Carlos Ramon. Pangeran Nayef dilaporkan menyelundupkan kokain lewat pesawat pribadinya, jenis Boeing 727.

Seperti dikutip dari The Guardian, pangeran dituduh menyelundupkan 1.980 kokain ke Prancis pada Mei 1999. Kokain itu awalnya dikirim ke sebuah rumah di Caracas, Venezuela dengan truk kentang.

Barang haram itu kemudian dipindahkan ke 100 koper Samsonite kosong, dan akhirnya ditempatkan di atas kapal pesawat pangeran. Sampai di Paris, kokain itu kemudian dikirim ke Italia dan Spanyol.

Dan kabarnya , sejumlah kokain berhasil didistribusikan. Namun, 796 kilogram di antaranya disita aparat di Paris, 188 kg lainnya digerebek polisi Spanyol.

Nah, itulah dia kelima skandal Kerajaan Arab yang bikin heboh dunia.

 

iklan