Kerajaan Turki Ottoman Pernah terlibat Perang di Tanah Jawa

Inafeed.com – Bermula dari kisah keterlibatan pihak asing dalam perang Jawa sekitar 600 tahun lalu jika Indonesia telah banyak berinteraksi dengan dunia internasional, khususnya di bidang perdagangan.

Ketika itu , kerajaan Majapahit masih berkuasa dan menjadi negara yang sangat kaya berkat perdagangan rempah-rempah dan tambang emas. Namun rupanya kejayaan itu tidak berlangsung lama. Kekayaan Majapahit membuat orang bernafsu untuk menguasainya. Hingga akhirnya perang pun tidak dapat dihindari.

Namun kerajaan Majapahit bukan salah satunya kerajaan yang berpengaruh dalam perang di tanah jawa. Seperti kerajaan Turki Ottoman yang juga pernah terlibat dalam perang di tanah jawa tersebut.

Dan seperti yang dilansir dari glamedianews, seperti ini peristiwa kerajaan turki Ottoman yang pernah terlibat perang di tanah jawa.

1. Awal Mula Perang

Brawijaya menjadi salah satu raja yang paling dibenci karena terlalu banyak kekuasaan yang konselir. Diketahui jika kekuasaannya pun didapat dengan melakukan kudeta pada raja sebelumnya, yaitu Singhawikramawardhana yang kemudian mengasingkan diri ke Daha.

Sepeninggal Singhawikramawardhana, putranya yang bernama Ranawijaya berusaha merebut kembali kekuasaan Majapahit. Ia pun menyerang ibu kota dan membunuh Brawijaya. Ia mendapatkan kekuasaan dan memindahkan ibu kota Majapahit ke Daha.

2. Dendam Raden Patah

Brawijaya memiliki banyak selir dan anak yang salah satunya adalah Raden Patah, raja Demak. Ia mendengar serangan Ranawijaya yang menewaskan ayahnya. Amarahnya pun tersulut. Dengan tekad untuk membalaskan dendam Brawijaya, Raden Patah menyusun serangan pada Ranawijaya.

3. Bantuan dari Turki

Belanda dinilai tidak bisa menjajah Aceh hingga runtuhnya Turki Ottoman karena kerajaan Aceh memiliki hubungan yang erat dengan Turki Ottoman. Mendengar Kerajaan Demak membutuhkan bala bantuan untuk menyerang Majapahit , pada saat itulah kerajaan Aceh mengirimkan bantuan dari Turki Ottoman. Tentunya ini tidak lepas dari solidaritas mereka sebagai sesama Muslim.

Patih Udara pun tidak mau kalah. Ia mencari bala bantuan ke Singapura, tempat para pedagang asing berkumpul. Ia meminta bantuin Portugis yang kala itu adalah negara terkuat di dunia.

Sayangnya Portugis tidak melihat adanya keuntungan dengan membantu Majapahit yang ibu kotanya tidak strategis.

Saat Kerajaan Demak menyerang, Majapahit yang tidak memiliki kekuatan apapun akhirnya berakhir. Para pendukung Ranawijaya dan Patih Udara mengungsi ke Bali dan Kerajaan Demak menjadi penguasa Pulau Jawa.

Pada akhirnya, perang ini pun bukan hanya pembalasan dendam dan perebutan tahta, tetapi juga perang agama. Kerajaan Turki Ottoman menganggap perang ini akan menjadi awal bagi Islam untuk menyebar lebih jauh hingga ke seluruh Pulau Jawa.

Lihat juga : Ini Dia Putri Arab Saudi yang dihukum Razam Hingga Mati

 

iklan