Pria miskin ini curhat, Setiap hari antar jemput pacarnya yang kaya, Ternyata ini balasan dari si pacar

Inafeed.com – Siapapun akan tersentuh hati setelah mendengar cerita dari pria miskin yang punya pacar dengan status ekonomi kaya.

Pria miskin yang merupakan mahasiswa di China ini mengaku telah membagikan pengalamannya hidup sebagai anak dari keluarga yang sangat sederhana bahkan hampir setiap akhir bulan dilewati dengan nyaris tidak ada uang. Kehidupannya tercukupi berkat pacarnya yang kaya.

Pria ini pun begitu mencintai pacarnya dengan tulus bahkan dirinya rela antar jemput walaupun kondisi ekonominya selalu menipis. Bahkan saking cintanya,tidak jarang dia menangis di depan kekasihnya.

Walaupun si pria ini sudah mengakui status ke miskinan di depan kekasihnya yang kaya raya itu tapi ternyata kekasihnya bukan mencaci maki , kekasihnya malah memberi dukungan hidup dan ingin hidup bersama pacarnya yang penuh dengan kesederhanaan.

Pria ini pernah berkata seperti ini dengan kekasihnya :”maaf, aku tidak bisa membuat mu menjalani hidup yang kamu mau, malah sering diam diam membuat kamu mentraktir aku.”

Kekasihnya itu menjawab, “aku tau kamu berjuang keras menjaga aku, menemani ku, bahkan saat kamu hanya punya uang untuk beli sepiring nasi”

Perkataan kekasihnya itu membuat dia terharu meskipun berasal dari keluarga yang kaya, namun dia tidak didik hanya dengan materi.

Sampai tiap hari naik mobil ke kampus, tapi saat malam hari, cowoknya bakal selalu jemput dia naik motor untuk makan malam bareng.

Pria miskin inipun tak segan membagikan kisah asamaranya yang mengundang perhatian banyak natizen. Seperti ini isi curhatannya :

Cewek ku, berasal dari keluarga yang kaya, hidup nyaman, dan tidak pernah merasakan kekurangan secara materi.

Beda dengan aku, yang hidup dari keluarga sederhana, sering makan hanya sekali dalam sehari.

Mungkin banyak yang bilang kami ga cocok.

Pakaian dia semua bermerek mahal, harga baju dia yang paling murah saja dua kalinya harga baju ku yang paling mahal.

Kami udah pacaran setahun lebih, sebelum pacaran, aku sebenarnya sudah tau latar belakang keluarganya.

Di kampus, uang jajan dia ga pernah kekurangan, mau beli apa tinggal beli.

Kalau aku, setiap akhir bulan hampir tidak ada sisa uang di tabungan ku. Meskipun kami bersama dalam “kesenjangan ekonomi” yang besar, tapi selama setahun lebih ini dia gak pernah mengucapkan kalimat seperti, “kok lu miskin banget sih”, atau kata-kata apapun yang berhubungan dengan miskin.

Waktu uangku lagi sekarat di akhir bulan, dia masih ngajakin makan malam, membelikan minum, diam-diam menyelipkan uang di buku ku.

Dan masih banyak lagi.

Sering sekali aku menangis depan dia, “maaf, aku ga punya uang dan ga bisa bikin kamu menjalani hidup yang kamu mau, ga bisa temenin kamu nonton, kasih baju couple yang mahal, malah bikin kamu diam-diam beliin aku makan.” Tiap kali ngomong begini, aku ga bisa menahan tangisan ku.

Dia bilang, “Dari awal, aku ga pernah keberatan kalau harus memelihara mu, karena aku tau kamu berjuang keras menjaga aku, menemani ku, bahkan saat kamu hanya punya uang untuk beli sepiring nasi pun, nasi itu pasti akan kamu kasih ke aku.”

Aku adalah mahasiswa, aku mungkin ga bisa membuat dia menjalani hidup yang nyaman. Tapi, aku boleh lapar, dia ga boleh.

Karena aku sayang dia.

Aku ga bisa kasih fasilitas yang baik, tapi aku berusaha untuk membahagiakan dia.Aku adalah mahasiswa, aku mungkin ga bisa membuat dia menjalani hidup yang nyaman. Tapi, aku boleh lapar, dia ga boleh.

Karena aku sayang dia.

Aku ga bisa kasih fasilitas yang baik, tapi aku berusaha untuk membahagiakan dia.

Meski dia tiap hari ke kampus naik mobil, tapi aku tetap menjemput dia naik motor saat mau pergi makan malam.

Karena dia pernah bilang, “Setir mobil yang ku pegang, tidak bisa membawa rasa aman seperti yang kurasakan saat memelukmu.

Bagaimana perasaanmu setelah melihat isi curhatan pria miskin ini guys.

iklan