8 Kasus Pengajuan Suntik Mati ini Pernah Bikin Geger Dunia Lho. Lihat Yuk

Inafeed.com – Suntik mati menjadi pilihan paling banyak diminati orang-orang yang frustasi dengan keadaan hidup.

Kasus suntik mati sudah menjadi hal yang pernah menggegerkan dunia. Namun prakti-praktik suntik mati ini sebenarnya punya aturan hukum. Seperti praktik Euthanasia yakni praktik pencabutan kehidupan manusia atau hewan melalui cara yang dianggap tidak menimbulkan rasa sakit atau menimbulkan rasa sakit yang minimal, biasanya dilakukan dengan cara memberikan suntikan yang mematikan.

Aturan hukum mengenai masalah ini berbeda-beda di tiap negara dan seringkali berubah seiring dengan perubahan norma-norma budaya maupun ketersediaan perawatan atau tindakan medis. Di beberapa negara, eutanasia dianggap legal, sedangkan di negara-negara lainnya dianggap melanggar hukum. Oleh karena sensitifnya isu ini, pembatasan dan prosedur yang ketat selalu diterapkan tanpa memandang status hukumnya.

Dan kali ini ada beberapa kasus pengajuan suntik mati yang bikin geger dunia. Seperti yang dilansir dari Brilio.net, inilah dia diantaranya:

1. Valentina Maureira.

Gadis asal Chili, Valentina Maureira, yang kini berusia 18 tahun, pernah mengajukan suntik mati atau euthanasia saat usianya 14 tahun kepada Presiden Chili. Ia menderita Cystic Fibrosis, radang akibat gangguan pada kanal klorida yang terletak pada lapisan epitelia. Namun pengajuannya tersebut tak disetujui, mengingat suntik mati atau euthanasia merupakan suatu yang ilegal di Chili.

2. Britany Maynard.

Kasus suntik mati juga dialami oleh Britany yang ketika itu dirinya divonis menderita kanker otak agresif yang membuat hidupnya tinggal 6 bulan lagi. Ia pun akhirnya membuat keputusan untuk mengajukan suntik mati di negaranya saat itu. Pada 1 November 2014, ia memilih suntik mati dengan cara yang dipilih adalah kombinasi obat resep mematikan yang diperoleh secara resmi dari dokter.

3. George dan Betty Coumbias.

George dan Betty Coumbias adalah pasangan dari Kanada yang telah hidup bersama dalam pernikahan selama 50 tahun. Hanya karena ingin meninggal bersama, mereka pun mengajukan suntik mati ke pemerintah Kanada, namun ditolak, karena suntik mati atau euthanasia adalah tindakan ilegal di Kanada.

4. Marc dan Eddy Verbessem.

Sosok kembar identik asal Belgia yang bernama Marc dan Eddy Verbessem memang lahir dengan kondisi tuli. Beberapa waktu setelah mereka dewasa, tepatnya pada tahun 2012, mereka menemukan bahwa cepat atau lambat kondisi mereka akan memburuk, akibatnya tak hanya tuli, mereka pun akan buta. Untuk itu, mereka mengajukan suntik mati ke negara dan dikabulkan. 14 Desember 2012, mereka di suntik mati oleh para dokter di Brussels University Hospital di Jette.

5. Frank Van Den Bleeken.

Frank Van Den Bleeken juga merupakan seorang pembunuh yang divonis penjara selama 30 tahun. Namun karena ia tak ingin menderita di penjara terus-menerus sepanjang hidupnya, ia mengajukan suntik mati pada September 2014, dan permintaan tersebut dikabulkan.

6. Timothy ‘Tim’ Browers.

Timothy ‘Tim’ Browers juga merupakan sosok yang pernah mengalami kasus suntik mati. Ketika itu dirinya mengalami kelumpuhan saat ia terjatuh dari pohon tahun 2013, tiga bulan setelah ia menikah, yang melukai sumsum tulang belakangnya. Ia memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara euthanasia. Negara pun menerima permohonan suntik matinya. Saat masih dirawat di rumah sakit, dokter pun melepaskan alat bantu pernapasannya, dan ia meninggal 5 jam setelahnya.

7. Nathan (Nancy Verhelst).

Selanjutnya pria bernama Nathan Verhelst pernah mencoba melakukan operasi ganti kelamin menjadi wanita dengan nama Nancy Verhelst. Ia melakukan terapi hormon, mastektomi, dan operasi penis pada 2012, namun hasilnya jauh dari harapannya. Semenjak itu ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan euthanasia dan dikabulkan oleh negaranya yakni Belanda.

8. Chantal Sebire.

Seorang guru di Prancis didiagnosa mengalami Esthesioneuroblastoma, yakni kanker wajah ganas yang dilaporkan hanya terjadi 200 kasus selama 20 tahun belakangan. Pada Maret 2008, ia memutuskan untuk mengajukan euthanasia ke negaranya yakni Prancis. Namun sebelum dijawab pengajuannya, ia ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya.

Nah, itulah dia kedelapan kasus suntik mati yang pernah bikin geger dunia.