Rahasia Unik Dibalik Tulang Ekor Manusia yang Wajib Kamu Ketahui

51d222ee0be4a_51d222ee0f7ec

Situshiburan.com – “Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat” ( HR. Al Bukhari , Nomor : 4935 ).

Dahul kala tak seorang pun yang bisa menjelaskan apa maksud dari hadits ini. Namun , semaki berkembangnya zaman dan didukung dengan teknologi canggih, ada beberapa ilmuwan hebat yang berhasil membuktikan kebenaran dari hadits ini.

“Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk” (QS. Yasin : 78-79).

Seperti dilansir Pulsk.com, seorang ilmuwan asal Jerman yang bernama Han Spemann berhasil membuktikan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor. Han Spemann melakukan penelitian terhadap tulang ekor sejumlah hewan melata lalu mengimplantasikan ke dalam embrio Organizer atau pengorganisir pertama.

Saat sperma membuahi ovum (sel telur), maka dimulailah pembentukan janin. Setelah ovum terbuahi (zigot), ia terbelah menjadi dua sel dan terus berkembang biak. Sehingga terbentuklah embryonic disk (lempengan embrio) yang memiliki dua lapisan.

Lapisan pertama, External Epiblast yang terdiri dari cytotrophoblasts dan Internal Hypoblast yang telah ada sejak pembentukan janin pertama kalinya. Pada hari ke-15, lapisan sederhana muncul pada bagian belakang embrio dengan bagian belakang yang disebut primitive node (gumpalan sederhana). Dari sinilah beberapa unsure dan jaringan, seperti ectoderm , mesoderm, dan endoderm terbentuk. Gumpalan sederhana inilah yang mereka disebut sebagai Tulang Ekor.

Pada penelitiannya, Han mencoba dengan menghancurkan tulang ekor dengan menumbuknya hingga halus, kemudian mengimplantasikan serpihan tulang itu pada janin lain yang masih dalam tahap permulaan embrio. Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body (organ tamu).

Penelitian lain dilakukan oleh Dr. Othman al Djilani dan Syaikh Abdul Majid, pada bulan ramadhan 1423 H. Mereka memanggang tulang ekor dengan suhu tinggi selama 10 menit, hingga tulang berubah menjadi hitam pekat.

Kemudia tulang itu dianalisis di al Olaki Laboratory, Sana”a, Yaman. Ternyata hasilnya , sel-sel pada jaringan tulang ekor tidak terpengaruh. sel-selnya dapat bertahan dalam waktu yang lama meskipun dibakar dengan suhu yang tinggi.

Ternyata hal ini sudah dijelaskan langsung oleh Rasulullah pada ratusan abad yang lalu.

 

iklan