Balon Raksasa Ini Berhasil Terbang, Wargapun Bersorak, Semenit Kemudian Berubah Jadi Tangisan. Ternyata ini yang Terjadi!

http://style.tribunnews.com/2017/07/13/balon-udara-raksasa-terbang-warga-bersorak-selang-semenit-berubah-jadi-tangisan

Inafeed.com – Warga yang tinggal di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur setiap tahunnya menggelar tradisi menerbangkan balon raksasa ke udara.

Tradisi tersebut memang sering dilakukan di beberapa daerah seperti Magelang, Wonosobo, Temanggung, Purbalingga, Kebumen, Purworejo, Cilacap, Banjarnegara, dan Kulonprogo.

Tradisi penerbangan balon raksasa ke udara memang bisa menjadi perhatian warga untuk bersorak gembira. Namun tradisi tersebut dianggap mengganggu penerbangan pesawat dan dampak buruk lainnya.

Seperti kisah duka yang harus di alami warga Jawa Tengah usai menerbangkan balon raksasa ke udara , sebagian warga harus kehilangan tempat tinggalnya.

Kejadian tragis itu sebarluaskan melalui sebuah video peristiwa ini diunggah oleh akun Facebook Berita Ponorogo dan sekitarnya.

Video rekaman itu diupload pada 25 Juni 2017 yang lalu. Hingga sekarang sudah ada 559 ribu tayangan di sana.

Awalnya banyak warga bersorak saat balon udara berwarna putih itu mulai terbang. Mirisnya, aksi warna untuk menambahkan petasan yang diikat di balon udara itu malah memberikan dampak buruk yang bisa bikin banyak warga menyesal.

Ketika itu, balon udara raksasa terbang cukup tinggi disertai dengan suara petasan yang menyala dari balon udara itu.

Namun sayangnya balon itu tidak melambung lebih tinggi lagi. Balon udara tersebut perlahan jatuh kembali ke tanah dengan kondisi masih tersisa petasan yang belum selesai menyala.

Balon udara (gambar:source)

Hingga pada akhirnya, balon udara itu jatuh di atas rumah warga. Beberapa orang lantas berlari setelah balon udara itu jatuh di rumah.

Sejumlah warga yang berinisiatif mengambil tangga untuk mengambil balon udara yang tersangkut di atas atap rumah.

Beberapa kondisi rumah penuh dengan asap putih. Sementara itu di dalam rumah ada beberapa bagian genteng yang pecah.

Meskipun demikian warga masih berkata, “Gak papa, yang penting orangnya gak papa,” sambil mereka melihat genteng yang pecah.

“Sorak hore itu cuma sesaat, Selang semenit berubah menjadi tangisan,” begitu tulis akun Facebook Berita Ponorogo dan sekitarnya, seperti yang dilansir dari tribunnews.com (14/7).

Lihat videonya berikut ini:

 

iklan