Hikikomori, Penyakit Aneh yang saat ini diidap Sejuta warga Jepang. Kamu Mau tahu penyakit apa ini?

http://www.suratkabar.id/46535/kesehatan/hikikomori-penyakit-aneh-yang-diidap-sejuta-warga-jepang

Inafeed.com – Tahukah kamu jika di Jepang ada salah satu penyakit aneh yang disebut dengan istilah Hikikomori.  Penyakit ini bisa dibilang penyakit aneh lantaran bisa membuat para penderitanya tak terlihat.

Pada dasarnya, penyakt Hikikomori adalah penyakit  “Generasi hilang” atau “Pemuda tak terlihat” yang sejauh ini sudah diderita oleh 1 juta pemuda di Jepang. Salah satu penderita bernama Yuto Onishi (18) ini mengaku telah mengurung diri di kamar tidurnya selama tiga tahun. Siang harinya ia habiskan dengan berselancar di dunia maya dan membaca komik di malam harinya. Onishi hanya sesekali keluar dari kamar untuk mencari makanan.

“Setelah Anda mengalaminya, Anda kehilangan realitas. Saya tahu itu tidak normal, tapi saya tidak ingin mengubahnya. Rasanya aman menjadi seperti ini,” kata Onishi.

Onishi juga mengatakan jika penyakit aneh yang dideritanya ini di mulai setelah dirinya dikucilkan teman-teman dan keluarganya. Ia juga menambahkan bahwa dirinya menjadi penderita Hikikomori setelah ia gagal memimpin tim di sekolahnya dan merasa malu. Lantas, perasaan itu diperparah dengan tekanan yang dibebankan keluarga padanya.

Dr Takahiro Kato, pakar Hikikomori yang mendalami penyakit ini di Universitas Kyushu, Fukuoka, mengatakan bahwa penderita penyakit ‘aneh’ ini mayoritas adalah pemuda cerdas dan berkemampuan tinggi.

“Saya sangat khawatir karena kini sekitar satu persen dari populasi Jepang mengidap hikikomori atau gangguan sejenisnya,” kata Kato.

Tak hanya itu, Kato juga mengaku pernah menjadi penderita hikikomori pada masa remajanya. Berdasarkan pengalamannya itu, kini ia berupaya mencegah penyakit ini menyebar dan menyerang generasi muda.

“Sebagian besar dari mereka adalah lulusan universitas sehingga sangat berpengaruh terhadap perekonomian negeri ini. Sejumlah penderita adalah lulusan universitas ternama, dan ini sangat menyedihkan,” katanya.

Beberapa penyebab menderita penyakit hikimori diantaranya akibat budaya pengasuhan orang tua Jepang yang kerap berlebihan melindungi anak. Selain itu, tuntutan-tuntutan keluarga kepada anak seperti harus masuk universitas terbaik, perusahaan terbaik, dan lain-lain mempunyai andil besar terhadap potensi terjadinya hikikomori. Bahkan kondisi lingkungan sekitar menjadi penyebab lainnya seseorang terserang hikikomori. Seseorang yang hidup di ingkungan keluarga golongan menengah ke atas mempunyai potensi lebih besar untuk terkenanya.

“Para orang tua Jepang terlalu melindungi anak-anak mereka. Oleh karenanya, beberapa orang sangat sulit untuk menjadi mandiri. Itulah mengapa jumlah kasus hikikomori di Jepang sangat tinggi.“Kondisi ini sangat jarang menimpa keluarga miskin sehingga lingkungan kelas menengah, keluarga kelas menengah, adalah kelompok yang paling rentan menderita hikikomori,” papar Kato, seperti yang dilansir dari suratkabar.id.

Akan tetapi, pemerintahan Jepang melalui Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan mendefinisikan hikikomori sebagai orang-orang yang tidak berpartisipasi di dalam masyarakat, terutama dalam hal bekerja atau belajar.

iklan