Jenazah Ulama Indonesia ini bikin Heboh, saat Makamnya di Bongkar ini yang terjadi. Petugas sampai Lari!

http://www.suratkabar.id/46511/news/jenazah-ulama-indonesia-ini-bikin-geger-arab-saudi-saat-akan-dibongkar-ini-yang-terjadi

Inafeed.com – Makam Syaikh Nawawi Al-Bantani yang hidup 1813-1898 baru-baru ini membuat heboh publik setelah makamnya dibongkar.

Syaikh Nawawi merupakan salah satu ulama yang mengharumkan nama Indonesia di Tanah suci. Saat ini kuburannya genap berusia 3 tahun lalu datanglah seorang petugas dari Mekkah untuk menggali kuburnya.

Namun ada salah satu hal yang aneh saat pembongkaran makam tersebut. Menurut para penggali kubur itu tak menemukan tulang belulang. Malahan, mereka menemukan satu jasad yang masih utuh tanpa lecet ataupun tanda-tanda pembusukan seperti yang lainnya. Bahkan, kain kafan yang merupakan penutup jenazah tidak robek dan tidak lapuk sedikitpun.

Setelah dilakukan investigasi ternyata mayat tersebut bukanlah mayat orang sembarangan. Dan oleh karena itulah, Pemerintah Saudi mengambil langkah pelarangan membongkar makam Syekh Nawawi Al-Bantani.

Hingga pada akhirnya, jasad beliau kembali dikebumikan seperti sedia kala. Saat ini makam beliau masih tetap berada di Ma’la, Makkah. Nama lengkap ulama ini bernama Abu Abdul Mu’thi Muhammad Nawawi bin ‘Umar bin Arabi al-Jawi al-Bantani. Beliau lahir di Tanara, Serang, Banten, tahun 1230 H /1813M. Ayahnya merupakan sosok yang disegani dan memiliki nasab dengan Maulana Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati di Cirebon.

Saat berusia 15 tahun, Nawawi muda mencari ilmu ke Tanah Suci lantaran saat itu Indonesia masih Hindia-Belanda dan dijajah oleh Belanda dan masih membatasi berbagai kegiatan di Tanah Air beberapa tahun kemudian ia kembali ke Indonesia untuk membagikan ilmunya. Namun setelah tiga tahun berlalu, Indonesia masih berada di bawah penjajahan Belanda dan ia tidak bebas melakukan kegiatan, ia pun kembali ke Makkah dan mengamalkan ilumnya di sana.

Berbagai sumber menyebutkan jika Syekh Nawawi wafat di Makkah dan dikebumikan di Ma’la di tahun 1314 H/ 1897 M.

Aksi pembongkaran makan Syekh Nawawi ini karena mengikuti salah satu kebijakan pihak pemerintah Arab Saudi menyatakan bahwa jenazah yang sudah dikubur selama beberapa tahun, kuburannya harus digali. Setelah itu, tulang belulang yang sudah digali kemudian akan disatukan dengan yang lain.

iklan