Gara Gara gak dapat Pinjaman Ambulan dari Puskesmas, Warga Tandu Jenazah Gunakan Sarung

http://wow.tribunnews.com/2017/08/29/warga-tandu-jenazah-pakai-sarung-kepala-puskesmas-yang-tak-pinjamkan-ambulans-dapat-hadiah

Inafeed.com – Sebuah peristiwa yang begitu miris dipublikasikan oleh akun Facebook Rauf Mila. Dalam akun tersebut memperlihatkan kejadian yang menghebohkan sekaligus membuat geram.

Dalam postingannya, Jumat (25/8/2017) lalu, Rauf memperlihatkan sejumlah pria tengah menandu sesorang. Dan mirisnya, yang ada di dalam tandu itu adalah seorang jenazah yang tak mendapatkan pinjaman ambulans sehingga warga pun langsung ambil tindakan dengan membuat tandu dari sarung dan diberi sebilah kayu untuk menggotong mayat tersebut.

Menurut keterangan yang ada, jasad itu merupakan raga warga Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Warga tersebut meninggal dunia di Puskesmas Kajang. Jasadnya pun hendak dibawa ke rumah duka yang letaknya sekitar 5 kilometer dari Puskesmas.

Jenazah tersebut adalah almarhum Mappi, warga Bongoro, Kelurahan Laikang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Mappi meninggal dunia pada Kamis (24/8/2017) dini hari sekitar pukul 02.00 WITA, seperti yang dilansir dari tribunnews.com (31/8).

Sayangnya, saat meninggal di Puskesmas Kajang, jenazah Mappi tak bisa dibawa menggunakan mobil ambulans menuju rumah duka.

Menurut pihak pukesmas, bukannya tak mau meminjamkan ambulan melainkan mereka memang tak memiliki mobil jenazah.

Sementara Kepala Puskesmas berpendapat, mobil ambulans yang ada di unit kesehatan tersebut tak bisa diperuntukkan bagi jenazah.

Berkaitan dengan hal ini, Kepala Rumah Sakit, Sitti Hayanti Madjid pun membenarkan namun enggan disalahkan.

“Kami tidak bisa berbuat banyak karena memang aturannya demikian. Kami ini dibawah terapkan saja aturan. Di sisi lain warga kasian membawa sendiri anggota keluarganya pulang,” kata Sitti Hayanti.

Hampir sepekan kasus ini berselang, Bupati Bulukumba, Sulawesi Selatan, AM Sukri Sappewali pun melakukan tindakan tegas. Sukri menginstruksikan pihak terkait untuk melakukan pencopotan terhadap Kepala Puskesmas Kajang, Sitti Hayanti Madjid.

Bupati berpendapat Hayanti tak memiliki sikap solutif terkait kasus yang terjadi di wilayah kerjanya tersebut.
Warga tandu jenazah menggunakan sarung di Bulukumba

“Saya sudah minta BKKDD untuk segera diganti, karena yang bersangkutan tidak memberikan solusi kepada warga, harusnya dalam kondisi seperti itu harus ada solusi yang diberikan ke warga,” kata Sukri, Senin (28/8/2017) sebagaimana dikutip dari Tribun Timur.

Dijelaskan Sukri, ambulans memang seharusnya hanya digunakan untuk mengangkut orang sakit.Namun dalam keadaan darurat, hal apapun seharusnya dilakukan sekalipun menyalahi fungsi dan aturan.

Sukri pun memerintahkan BKKDD Bulukumba untuk mencarikan calon pengganti Kepala Puskesmas Kajang, Sitti Hayanti Madjid agar kasus ini tak terulang dua kali dan tak mencorengkan nama daerahnya.