Gunakan Baju Seksi, Polwan yang nyamar jadi WTS ini dibandrol segini untuk sekali Main

http://www.suratkabar.id/51339/news/disuruh-pakai-baju-terbuka-kapolsek-yang-nyamar-jadi-wts-dibanderol-segini/amp

Inafeed.com – Akibat kebutuhan ekonomi yang tinggi, banyak sekali wanita yang rela bekerja sebagai PSK demi bisa mendapatkan keinginan duniawinya.

Para PSK pun dikendalikan oleh seorang mucikari. Dan kali ini beredar kabar jika seorang mucikari di Dukuh Ngrames, Pati, Jawa Tengah, akhirnya digiring ke kantor polisi.

Mucikari bernama Woro Wiratmi ini masih berusia 34 tahun yang merupakan warga Desa Sumberreho, Gunungkungkal.

Bisnis esek-esek itu sudah lama dilakoni dan dia menutupi bisnis tersebut dengan cara membuka warung kopi.

Menurut Kapolsek Wedarijaksa AKP R Sulistyaningrum menerangkan jika bisnis Woro terungkap setelah ada seorang Polwan yang akrab disapa Sulis menyamar sebagai seorang pencari kerja.

Sehari sebelum penggerebekan dilakukan, Selasa (29/8/2017) lalu, Sulis dan salah seorang anak buahnya bernama Mira Indah sengaja melakukan penyamaran. Kedua wanita ini berpura-pura mencari pekerjaan di Kopi Kuro-kuro milik Mamih Woro.

Awalnya, Mira datang ke warkop sebagai ABG. Ia mengenakan rambut palsu dan rok pendek untuk menyempurnakan penampilannya. Sementara Sulis mengenakan daster layaknya perempuan desa yang tengah mengalamai kesusahan.

Mira dan Sulis pun secara bergantian mendatangi Mamih Woro dan mengungkapkan keinginan mereka untuk mencari kerja. Keduanya juga mengaku ingin menjadi wanita tuna susila (WTS).

“Saya diterima bekerja di warkop, asalkan kembali lagi ke warkop tidak memakai daster. Harus memakai baju s*ksi,” tutur Sulis.

Sementara itu, Mamih Woro yang masuk perangkap merasa senang karena mendapatkan anak buah baru. Sebab, dia kini hanya mempunyai tujuh orang anak buah.

“Saya sempat tertawa mau dicarikan brondong muda dan pulang bisa membawa uang banyak,” ungkap Sulis, seperti yang dilansir dari suratkabar.id (9/6/2017).

Setelah sukses menjalankan aksinya, Sulis dan Mira kembali ke polsek. Selanjutnya, Sulis megutus petugas unit reskrim untuk menyambangi lokasi. Rabu (30/8/2017) sekitar pukul 15.00 WIB, Sulis dan sejumlah petugas kepolisian datang ke lokasi untuk melakukan penggerebekan dan penggeledahan.

Saat digerebek, salah satu anak buah Woro asal Margorejo bernama Lusi, sedang berada di kamar bersama pria hidung belang asal Wedarijaksa, Wadi. Woro dan anak buahnya langsung diringkus dan digiring ke Mapolsek Wedarijaksa untuk dimintai keterangan.

Dari pengakuan Woro jika tarif untuk sekali main, pelanggan akan dikenakan biaya Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu. Namun, rata-rata tarifnya dibanderol seharga Rp 350 ribu.

Lihat juga: Ternyata Pacaran Itu Lebih Hina dari PSK, Baca ini Agar Kamu Tahu

iklan