Waduh, Tenyata Pacaran Bisa Lebih hina dari Pelacur

pacaran1

Palingseru.com – Dalam islam tidak ada yang namanya ajaran untuk berpacaran, yang ada hanyalah Ta’aruf lalu menikah. Namun, pacaran ini ada atas ciptaan manusia sendiri. Manusia menciptakan sebuah hubungan yang disebut dengan pacaran. Hubungan pacaran ini penuh dengan maksiat. Kenapa begitu ? Sebab, dalam hubungan pacaran yang belum ada ikatan yang sah, manusia sudah bisa melakukan hal-hal yang tak seharusnya dilakukan oleh dua orang pasangan yang belum menjadi muhrim.

Sebuah tulisan oleh @LaOdeMunafar mengatakan bahwa pacaran bisa lebih hina dari pada pelacur. Nah, berikut ini tulisan inspirasi yang bisa menyadarkan kamu atas kesalahan dalam hubungan pacaran.

“Semua yang aku miliki telah aku persembahkan untuk pacar. Dia adalah Dani. Kurang baik apa diri ini pada Dani, sampai dia meninggalkanku seperti sampah bekas.

Tapi akhirnya aku sadar. Ternyata bukan masalah baik atau tidaknya. Tapi karena pacaran itu sendiri  bermasalah.

Semua yang aku miliki telah aku persembahkan untuk pacar. Dia adalah Dani. Kurang baik apa diri ini pada Dani, sampai dia meninggalkanku seperti sampah bekas.

Tapi akhirnya aku sadar. Ternyata bukan masalah baik atau tidaknya. Tapi karena pacaran itu sendiri  bermasalah.

Sebaik apapun diriku pada pacar, namun jika terjun dalam dunia pacaran akan terjebak jg. Lihatlah betapa murahnya tubuh ini, aku berikan GRATIS atas nama pacar.

Bukankah ini lebih hina dari pelacur yang mereka punya tarif? Begitu bodohya aku menyerahkan harga diriku atas nama pacar tanpa tanda sah. Bukankah ini lebih murah dari ayam.

Sekarang aku hamil. Bingung meminta pertolongan pada siapa, sementara Dani telah meninggalkanku. Pada orang tuaku? Aah tidak mungkin, yg ada malah marah besar padaku.

Pada keluarga Dani? Malah aku yang disalahin karena dinggap merusak hidup Dani. Mau lapor ke polisi, bagaimana Dani dihukum sementara kami lakukan suka sama suka.

Lalu pada siapa aku mengadu? Pada Allah? Betapa malunya diri ini sudah melanggar firman_Nya. Ataukah janin yang aku miliki sekarang digugurkan saja?

Itu membuat aku berbuat seperti binatang. Apa sekalian menghancurkan diriku dengan menjadi pelacur?

Sungguh makin hina. Apakah aku minta dinikahi sama orang lain? Lalu orang berhati malaikat mana yg mau nikah dengan wanita kotor sepertiku?

Coba andai saja waktu aku bisa putar, aku memilih tidak akan pernah menyentuh pacaran.  Andai saja bisa mendapatkan tulisan/ceramah tentang bahaya pacaran, aku tidak melakukannya.

Sebab beginilah pacaran, benar-benar membuat diriki terjerumus hingga bisa melakukan banyak kemaksiatan lain.”

Tulisan tersebut merupakan tulisan seorang motivator dan penulis muda yang sudah menulis buku sebanyak 52 buku. Tokoh-tokoh yang diceritakan pun hanya fiksi dimana semua isi tulisan tersebut adalah isi curhatan seseorang yang ingin bertobat.

Nah, sobat. masih mau kah kamu berpacaran setelah mengetahui bahwa pacaran itu bisa lebih hina dari pelacur. Lalu, bagaimana dengan orang-orang yang seenaknya menghina pelacur, sedangkan mereka lebih hina dari seorang pelacur.

 

 

iklan