Anggota Paskibraka Nasional ini Sampai Keluar Air Mata Ceritakan Acuhnya Pemerintah Daerah Terhadap Prestasinya

Inafeed.com – Tidak semua orang bisa menjadi Paskibraka Nasional sebab untuk manejadi anggota paskibra yang akan menjadi tim mengibarkan bendera pusaka di istana negara perlu seleksi seleksi yang ketat hanya yang terbaik yang akan lolos dan bisa berada di Istana negara ketika upacara pengibaran bendera pada 17 Agustsus.

Tentunya setiap pemuda dari berbagai derah di Indonesia akan sangat berbangga ketika dirinya lolos dan menjadi anggota paskibraka Nasional tak hanya keluarga biasanya pemerintah daerah juga akan ikut merasa bangga karena putra putri terbaiknya bisa lolos.

Biasanya  para anggota paskibraka yang kembali kedaerahnya akan disambut keluarga bahkan pemerintah daerah masing masing.

Tapi sambutan ini tidak dialami oleh semua Anggota Paskibraka Nasional, seperti yang terjadi pada Aditya Firdika, yang berasal dari Desa Salo Timur, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Seperti dikutip dari Tribun Medam  ternyata Tak satu pun yang menyambutnya dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar, kecuali keluarga dan para warga desa yang berasal dari tanah kelahirannya tersebut. Tentuunya apa yang dialaminya ini sungguh miris sekali.

Berbeda dengan yang dialami oleh rekan seperjuanganya mewakili Provinsi Riau, Firra Amalianda yang berasal dari Kabupaten Kuasing yang disambut dengan meriah.

Curahan hati kesedihan Aditya Firdika dihadapan masyarakat Desa Salo yang menyambutnya pun menjadi viral setelah dibagikan akun facebook Dewie Sartika Ceniees.

Nah begini yang dituliskannya.

“Saya berangkat dari Jakarta menuju Riau Pukul 08:30 dan tiba bandara Sultan Syarif Kasim II  pukul 10:00. Disana saya di sambut pemprov Riau. Saya sampai ke Provinsi Riau di antar oleh Kemenpora Republik Indonesia.

Namun yang membuat saya haru kan ketika saudari rekan seperjuangan saya disambut meriah dan dijemput Dinas Dispora Kabupaten Kuansing.

Saya sedih, saat rekan saya disematkan selendang dan karangan bunga. Sedangkan saya tak ada yang menyambut. Kemudian saya pun ikut disematkan karangan bunga oleh Dispora Kuansing, tidak ada satu orangpun dari Dinas Kabupaten Kampar”.

“Saya tidak meminta apa-apa tapi setidaknya tolong hadir disaat saya kembali ke Riau. Tapi saya merasa senang dan bangga ketika sampai di Salo, saya disambut oleh masyarakat Salo Timur”.

Dewi Sartika Caniees juga menuliskan bahwa ternyata Adytia ketika diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti karantina tidak ada keterlibatan Pemkab Kampar.

Adyt saapan akrab Adytia berangkat dari rumahnya di Desa Salo Timur menuju Pekanbaru hanya diantar oleh kedua orang tuanya menggunakan mobil rental.

Sesampai di Pekanbaru Aditya disambut oleh Gubernur Riau. Adit mulai dikarantina di Ibu Kota Jakarta pada tanggal 25 Juli sampai 23 Agustus 2018.