Hati Hati Dengan Air Kencing Bayi. Baca Ini Biar Kamu Tahu

kjk

Situshiburan.com – Memiliki bayi merupakan salah satu tanggung jawab ibu untuk merawat dan membersarkannya. Hanya saja, ada sejumlah hal yang seringkali diabaikan para ibu terhadap kebersihan bayi yakni tidak menggunakan diapers lantaran faktor ekonomi.

Bahkan banyak ibu yang mengatakan jika menggunakan diapers ini hanya buang – buang uang karena harganya yang lumayan mahal. Selain itu pemakaian diapers pun hanya sekali pakai.

Padahal jika dipertimbangkan banyak sekali keuntungan para ibu menggunakan diapers untuk bayi mereka yang pertama bisa menghindari kebocoran karena diapers bisa menampung dengan maksimal air kencing bayi sehingga tidak merembes kemana-mana seperti pada penggunaan popok/celana kain biasa yang jauh lebih murah.

Dan ini salah satu hal yang perlu diketahui dimana air kencing bayi ini memilik bahaya tersendiri bila mengenai tubuh kamu. Dalam sebuah hukum air kencing bayi dikatakan jika air kencing bayi memang masih kontradiktif. Selama anak tersebut hanya meminum ASI, urine tidak berbau tajam dan dapat dikatakan tidak najis. Tetapi, apabila sudah mengonsumsi makanan/minuman diluar ASI maka urine tersebut sudah berbau tidak sedap dan hukumnya menjadi najis.

Lalu coba kamu pikirkan jika bayi tidak menggunakan diapers, maka air kencing pun bisa bertebaran dimana – mana ditambah lagi bayi biasanya kencing dengan sendiri. Pada saat ini si ibu hanya mengelap dan menggantikan celana pada bayi. Namun bekas air kencing itu pastinya bisa dilewati banyak orang walaupun sudah kering sekalipun tapi bekasnya masih menempel.

Dan parahnya jika bekas air kencing tersebut secara tidak sadar terbawa beribadah, tentu ibadah tersebut menjadi tidak sah karena najis yang menempel tanpa disadari. Atau jika anak pipis dikasur atau dikarpet, orang tua hanya membiarkan sampai bekas urinenya mengering dan menimbulkan bau pesing dengan alasan malas mencuci. Sementara kasur/karpet tersebut digunakan untuk tidur dan baunya dapat menempel pada pakaian. Tentu, sangat tidak nyaman dan tidak higienis.

Selain itu, di dalam Sunnah mengatakan bahwa Air kencing bayi lelaki cukup dilap dan diperciki air, namun air kencing bayi perempuan harus dicuci. Ada pula yang mengatakan keduanya cukup diperciki air atau keduanya harus dicuci.

Nah, untuk itu kamu harus tetap berhati – hati dengan air kencing bayi jika tak ingin terkena najis yang tertinggal dari bekas air kencing bayi tersebut.
Untuk mengatasi masalah air kencing bayi ini ada sejumlah hal yang perlu kamu lakukan yang diantaranya seperti yang dilansir dari kumpulanmisteri.com, inilah dia diantaranya :

1. Untuk bayi baru lahir-1 tahun

Untuk mengatasi air kencing bayi yang baru lahir – 1 tahun kamu perlu memakaikan popok kain di rumah, usahakan agar dilapisi dengan bantalan karet yang kedap air di bawah kasur atau tempat duduk bayi agar urine tidak merembes dan meninggalkan bau. Saat bayi pipis, segera lap dengan kain basah, ganti celana, dan kain pelapis bayi dengan yang baru kemudian simpan segera yang kotor di wadah khusus.

2. Untuk Bayi 1 Tahun keatas

Selain itu, untuk mengatasi bayi yang berumur 1 tahun ke atas perlu digunakan diapers. Selain itu, ibu juga perlu mengajarkan potty training kepada anak dengan melatihnya untuk memberitahu orang tua jika dia hendak pipis. Selain itu, ajari anak pergi ke toilet sendiri sehingga jangan malas untuk melatih. Jika terlanjur kencing disembarang tempat, bersihkan sisa urine dilantai dengan mengepelnya dan cuci sisa urin yang merembes di kasur/karpet.

Nah, untuk itu jangan sepelekan ketika bayi buang air kencing , karena air kencingnya ini sangat berpengaruh pada kesucian diri seseorang.

iklan