Penjual Ini Menyembunyikan Seuatu di Makanannya dan Ini Yang Terjadi 20 Tahun Kemudian

4

Situshiburan.com – Saling menolong sesama dengan orang yang tidak mampu dengan hati yang ikhlas merupakan hal yang sangat sulit dilakukan oleh orang-orang. Kebanyakan orang saat menolong pasti akan mengharapkan imbalan balik dari orang yang ditolong.

Untuk itu, kamu perlu membaca kisah berikut ini yang sangat inspiratif dan juga sangat mengharukan ketika seseorang menolong seseorang dengan hati yang ikhlas dan juga tak mengharapkan imbalan.

Kisahnya terjadi 20 tahun yang lalu dimana, ada seorang bocah kecil datang ke sebuah warung tegal yang ramai dikunjungi orang-orang. Bocah itu tidak ingin membeli makanan yang enak tetapi ia hanya ingin membeli nasi putih saja, seperti dilansir Sebarkanlah.com.

“Saya mau membeli sebungkus nasi putih saja, terima kasih!”
Suami istri pemilik warteg tersebut melihat bocah kecil itu sama sekali tidak memilih lauk, namun tanpa bertanya apa-apa, dia membungkus nasi putih yang cukup banyak serta memberikannya kepada dia. Pada saat bocah kecil itu membayar, ia berkata
“Apakah saya boleh menambah sedikit kuah saja dari lauk yang ada diatas nasi putih saya?”

Pemilik warung tersenyum ramah berkata: “Boleh silahkan, tidak usah bayar nak!”
Setelah mendengar bahwa kuah lauk ternyata gratis, ia segera memesan semangkuk nasi putih lagi. Pemilik warung itu berkata: “Apakah semangkuk tidak cukup nak? Kalau begitu aku tambahkan saja porsi nasinya ya..”
Bocah tersebut berkata “Oh, enggak kok buk ! Nasi yang dibungkus ini rencananya akan saja buat bekal untuk dibawa ke sekolah besok pagi.”

Tentu saja pemilik warung itu berpikir jika anak itu dari keluarga miskin dan tengah berjuang keras untuk mengeyam pendidikan.

Lalu, pemilik warteg secara diam-diam menyimpan satu irisan daging dan juga satu butir telur yang ditutupi dengan nasi putih.

Istri dari pemilik warung Tegal tidak habis pikir mengapa lauk tersebut tidak ditaruh di atas nasi namun harus disembunyikan?

Pemilik warung berbisik kepada istrinya, “Jika bocah kecil itu tahu bahwa kita menambahi lauk di atas nasi putih tersebut maka bocah itu akan merasa kita sedang berbelas kasihan kepada dia dan secara tidak langsung mungkin saja kita menyakiti harga dirinya, dengan begitu dia bisa jadi sungkan untuk datang lagi kemari.

Jikalau dia akhirnya pergi ke warung lain dan hanya makan nasi putih saja, dari mana datangnya tenaga untuk belajar?”

Kemudian, setelah akan pulang Pemilik warung itu dengan tersenyum lebar berkata: “Semangat yah! Sampai jumpa besok!” Dia melambaikan tangannya serta dengan jelas mengisyaratkan kepada bocah tersebut untuk datang lagi besok hari.

Bocah itu pun seperti terharu dengan yang dilakukan oleh pemilik warteg tersebut. Sehingga setiap hari ia pun datang ke warteg itu untuk membeli dua bungkus nasi putih dan pemilik warteg akan memberi lauk yang sama dengan sebelumnya.

Singkat cerita 20 tahun kemudian, warung mereka pun dipaksa untuk dirobohkan karena mereka mendirikan di tanah milik pemerintah. Mereka pun bersedih memikirkan nasib mereka yang sangat malang.

Kemudian tiba-tiba datang seorang  pemuda yang mengaku sebagai wakil Direktur dari perusahaan XX. Dia berkata: “Apa kabar, saya adalah wakil Direktur dari perusahaan XX, Direktur kami memberi perintah kepada saya untuk meminta Anda mengelola kantin bawah gedung kantor kami, seluruh biaya peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan akan ditanggung oleh kantor kami, anda hanya perlu mengarahkan team koki untuk memasak, kemudian keuntungannya akan dibagi rata dengan perusahaan!”

Lalu kedua pasangan suami istri itu bertanya siapa Direktur kamu ? Pemuda itu pun menjawab, “Kalian adalah penolong bagi Direktur perusahaan kami, Direktur perusahaan kami suka sekali makan lauk telur dan daging masakan kalian. Saya hanya mengetahui itu saja, untuk selebihnya kalian dapat menanyakannya langsung kepadanya!”

Dari kisah ini bisa kamu ambil kesimpulan jika semua perbuatan baik itu juga akan berbuah kebaikan. Maka senantiasalah berbuat baik kepada semua orang dengan hati yang penuh keikhlasan.

 

iklan