Luar Biasa, Bocah ini 3 Hari Tersesat di Hutan Berbahaya dan Bisa Bertahan Hidup Dengan Sebatang Coklat Kecil

balita-bertahan-di-hutan_20160923_235229

Inafeed.com – Seorang bocah laki-laki berusia tiga tahun ini dikabarkan telah tersesat di hutan selama 3 hari dan beruntung dirinya dapat bertahan hidup setelah 72 jam dengan hanya mengkonsumsi sebatang cokelat kecil di dalam kawasan hutan di Siberia, wilayah Rusia.

Dan luarbiasanya lagi , bocah bernama Tserin Dopchut itu bisa selamat dari serangan hewan buas. Hutan Siberia memang dikenal sebagai  tempat bernaungnya sejumlah hewan buas seperti serigala dan beruang.

Awal mulanya ,  Tserin Dopchut ini mengaku telah tersesat di hutan Siberia . Kala itu , dia berjalan ke dalam hutan dan tak tau arah jalan pulang .  Selama di hutan dia tidur di alas buatan yang terletak di bawah sebuah pohon larch, sejenis pinus.

Sementara itu, orangtua Tserin Dopchut pun panik. Mereka melaporkan kepihak kepolisian dengan laporan telah kehilangan anak.

Hingga pada akhirnya , pencarian besar-besaran di darat dan udara dilakukan untuk mencari anak tersebut. Awalnya dia diduga hilang dan masuk ke dalam hutan, kerena mengikuti anak anjing.

Anak itu dirawat oleh nenek buyutnya, namun dia berjalan ke dekat Desa Khut, ketika neneknya tidak mengawasinya. Desa itu terletak di tengah hutan lebat di Republik Tuva.

Dan selama 72 jam anak itu menghadapi tantangan seperti suhu yang turun drastis, ancaman binatang liar dan bahaya jatuh ke dalam sungai yang berarus deras. Hal itu terjadi sebelum dia akhirnya diselamatkan pamannya.

Salah seorang Kepala Badan Pertahanan Sipil dan Darurat Tyva bernama Ayas Saryglar mengatakan jika kejadian tersebut merupakan kejadian yang sangat berbahaya apalagi kondisi hutan Siberia begitu mengerikan dengan banyaknya arus deras dan cuaca yang begitu dingin.

“Situasinya sangat berbahaya. Sungai Mynas memiliki arus yang deras dan dingin, Jika seorang anak kecil jatuh, dipastikan akan tewas. Ada serigala dan beruang di hutan. Beruang sedang menggemukkan diri untuk persiapan musim dingin. Mereka dapat menyerang apapun yang bergerak. Dan juga, pada siang hari suhu hangat, namun malam hari dapat membeku. Jika kita pertimbangkan, bocah itu hilang pada siang hari, dia tidak berpakaian cukup – hanya kemeja dan sepatu, tidak dengan mantel.”kata Saryglar.

Beruntung , operasi pencarian siang dan malam berhasil dilakukan untuk menemukan anak tersebut.

Operasi yang dilakukan pada saat itu melibatkan penduduk desa, polisi setempat dan bahkan sebuah helikopter menelusuri area yang luas, sebesar 120 kilometer persegi.

Petugas lain mengatakan pada media lokal, anak itu selamat setelah mengenali suara pamannya yang memanggil namanya. Setelah dipeluk, anak langsung bertanya apakah mainan mobil-mobilannya baik-baik saja.

Menariknya , selain ditemukan dalam kondisi selamat , Tserin Dopchut juga dikabarkan tidak menderita luka serius setelah diperiksa oleh tim medis.