9 Hal ini Gak Berani diungkapkan Oleh Ahli Roti. Mau Tahu Kenapa?

index

Inafeed.com – Roti yang dijadikan sebagai makanan berkarbohidrat dan cocok dimakan di waktu sarapan pagi ternyata tak luput dari berbagai macam kontroversi. Terutama soal keawetan yang ada pada roti. Roti yang dianggap makanan sehat ternyata tak semuanya sehat. Hal ini bisa dilihat dari sejumlah roti buatan pabrik yang tentunya mengandung bahan pengawet agar kemasan roti tidak cepat basi dan bisa bertahan lama di pasaran.

Mengungkap soal zat pengawet yang ada di dalam roti , salah seorang netizen yang ingin menguji bahan pengawet dan aditif yang terkandung di dalam roti itu, lalu dengan sengaja menyimpan roti selama beberapa hari, tapi roti yang ditunggu-tunggunya berjamur itu masih tetap utuh tidak ada tanda-tanda mulai berjamur. Melihat kenyataan itu ia hanya bisa menarik napas panjang dan bergumam :

“Mungkin belum tentu disebabkan banyaknya kandungan bahan pengawet, sampai-sampai roti itu masih tampak utuh tidak berjamur, tapi bagus juga dibawa sebagai bekal saat mengungsi dari bencana !”

Dari uji coba natizen inilah yang bisa mengungkapkan kenapa sejumlah ahli roti tak mau mengunggkapkan fakta di balik pembuatan roti. Kebanyakan ahli roti lebih berusaha meyakinkan konsumennya jika roti buatannya enak dan sehat.

Dan kali ini , ada beberapa hal yang ternyata gak berani diungkapkan oleh ahli roti. Mau tahu kenapa ?

Yuk simak ulasannya seperti yang dilansir dari Viva.co.id.

1. Aditif roti bisa dilaporkan dalam satu paket atau dihilangkan, tidak perlu keterangan (dalam batasan aman-sesuai aturan Badan POM negara masing-masing).

Salah satu hal yang gak berani diungkapkan oleh ahli roti yakni soal kandungan zat adifti di dalam roti. Zat aditif ini menjadi salah satu rahasia besar yang tak pernah di beberkan oleh ahli roti.

Zat aditif sendiri terdiri dari banyak jenis dan bervariasi, bahan-bahan tambahan untuk pembuatan roti (gabungan istilah dari emulsi, ragi/pengembang adonan dan bahan pelembut roti), emulsifier, ragi pengembang, disodium edta, pewarna dan sebagainya.

Kandungan zat Aditif di dalam roti ini tentunya sangat berbahaya bagi kesehatan. Sejumlah ahli roti tak pernah membeberkan komposisi roti dengan adanya zat aditif ini juga karena di antara peraturan tentang produk makanan itu ada satu aturan—menyatakan aditif bisa dilaporkan dalam satu paket, dan juga boleh dihilangkan, tidak perlu keterangan dalam arti dibolehkan dalam kisaran aman.

2. Roti gandum utuh tapi palsu tersebar dimana-mana

Kebanyakan roti yang didefinisi mengandung gandum utuh sangat sehat untuk dikonsumsi. Namun tahukah kamu, jika ternyata kandungan gandum utuh juga bisa di palsukan bahkan telah tersebar dimana – mana.

Roti gandum utuh dipastikan tidak 100% berupa tepung gandum murni, demi meningkatkan rasa dan pertimbangan cost (biaya). Akan tetapi,  tidak sedikit yang di jual oleh industri itu hanya 20%-nya roti gandum “utuh”.

Definisi dari “gandum utuh” mengacu pada produk makanan yang menggunakan biji-biji serealia utuh minimal 51% dari seluruh bahan baku, mulai dari dedak, endosperma dalam komposisi yang proporsional baru bisa disebut sebagai roti gandum utuh.

3. Beberapa roti yang lembut banyak mengandung gula, lemak dan tinggi kalori yang mudah menyebabkan penyakit

Kebanyakan orang lebih memilih roti yang bertekstur lembut dan banyak mengandung gula karena memiliki rasa yang lebih nikmat dan enak. Namun tahukah kamu, roti yang lembut dan banyak mengandung gula justru mengandung lemak dan tinggi kalori yang tentunya bisa menyebabkan penyakit.

Mentega banyak digunakan pada sandwich untuk sarapan, juga dalam isian popcorn, teppanyaki, dan makanan di pesawat. Jika terlalu banyak mengonsumsi jenis makanan yang mengandung lemak trans ini bisa menyebabkan penyakit kardiovaskular.

4. Mesin fermentasi terlalu mahal, hanya segelintir toko roti membelinya

Salah satu hal yang juga tak berani diungkapkan oleh ahli roti yakni tentang mesin fermentasi yang ternyata digunakan dengan menggunakan setumpuk bahan tambahan agar rasanya lebih gurih, dan lebih mengigit, bisa lama disimpan. Namun saat ditanya menggunakan produk fermentasi apa, para ahli roti tak mau menjawabnya karena demi mempertahankan inovasinya agar tak banyak yang menggunakannya juga. Hal ini juga karena produk roti yang nikmat berada di bawah katalisis produk kimiawi.

5. Kualitas tepung (terigu)

Demi menekan biaya produksi, tidak sedikit pemilik toko roti menggunakan tepung campuran buatan, sehingga rasanya sangat jauh berbeda.

Diketahui jika harga tepung terigu asal Perancis jauh lebih tinggi dari tepung terigu Jepang setelah impor, sementara itu, tepung terigu asal Jepang juga jauh lebih tinggi harganya daripada tepung Amerika, perbedaan harga hingga tiga kali lipat.

6. Menampung telur menggunakan drum itu sudah umum, dan dipastikan komposisinya tidak alami

Para ahli roti sangat anti untuk membeberkan cara pembuatan roti dan juga kompisi roti. Kebanyak roti yang dibuat dalam jumlah banyak itu cara pembuatannya lebih tidak alami. Salah satunya roti yang mengandung telur ini biasanya proses pembuatan roti dilakukan dengan cara yang lebih beda.

Mereka kebanyakan memasukkan putih telur dan kuning telur itu secara terpisah di dalam tong yang telah dilapisi dengan bahan pengawet dan pengemulsi agar telur di dalam tong tak mudah basi.

Selain itu, beberapa proses pembuatan roti itu menggunakan sintetis buatan sejenis esktrak dan tepung telur untuk menggantikan telur asli, jadi kandungan telur di dalam roti tersebut tanpa disadari juga telah berubah.

7. Roti dengan fermentasi yang tidak memadai menyebabkan ketidaknyamanan fisik

Tektur roti yang keras dan lembut itu tergantung dari proses fermentasi roti. Jika fermentasi roti tidak sempurna maka roti yang dihasilkan pun tidak sempurna seperti tektur roti menjadi keras , kering, dan rentan menyebabkan perut kembung . Sementara roti dengan fermentasi terlalu lama akan menjadi asam dan lembek.

8. Roti hasil olahan tangan (manual) dan buatan mesin itu sangat jauh berbeda

Roti buatan tangan dipercaya lebih sehat dibandingkan roti buatan mesin. Roti hasil buatan pabrik diolah dengan menggunakan mesin , namun jika suhu fermentasi tidak cukup, akan berdampak pada rasa, tidak enak. Sementara roti buatan, aroma harumnya tajam dan rasanya lebih nikmat.

9. Membedakan aroma harum roti.

Aroma roti sangat berpengaruh dari kualitas roti. Roti yang berkualitas, aroma harumnya akan terasa di antara bibir dan gigi, tapi bukan aroma harum dari krim yang tajam menusuk atau aroma harum dari aditif / bahan tambahan kimiawi.

Nah, itulah dia sembilan hal yang tak berani dibeberkan oleh ahli roti.