Bom Bekas Perang Dunia Pertama ini Kini Masih Jadi Hantu, Kamu Mau Tahu Kenapa

world_war_i

Inafeed.com – Tahukah kamu jika ternyata bom bekas perang dunia pertama sampai kini masih menjadi hantu yang masih misterius dan menjadi ancaman bagi mereka yang terlibat dalam perang besar tersebut.

Perang Dunia I yang berlangsung 100 tahun lalu ternyata masih menyisakan maut yang mengintai akibat ancaman amunisi Perang Dunia I yang katanya belum meledak.

Ancaman ini terutama berlaku dari Front Barat di mana lebih dari 300 juta amunisi dan granat yang digunakan.

Salah satu negara yang sangat takut dengan amunisi tersebut yakni negara Prancis. Hal ini dikarenakan sebagian besar amunisi ini mendarat, beberapa ratus ton belum meledak masih ditemukan setiap tahun di negara tersebut. Sementara 630 orang Perancis telah meninggal sejak tahun 1945 berurusan dengan bom yang belum meledak

Sebelumnya , negara Prancis telah melakukan survei terhadap Front Barat setelah Perang Dunia I dan menyusun sebuah peta yang menunjukkan daerah di mana bahaya paling besar dari amunisi yang tidak meledak.

Daerah yang paling berbahaya, “Zona Merah” mencapai 1.200 kilometer persegi pada tahun 1919 namun telah menyusut selama bertahun-tahun dan sekarang ini masih 168 kilometer persegi.

Di tahun 2013 dua orang meninggal ketika amunisi artileri Perang Dunia II meledak di hutan di luar Kaliningrad, yang awalnya adalah kota Konigsberg Jerman sampai diubah kepemilikan pada akhir Perang Dunia II.

Parahnya lagi , sebelumnya pada 2013 dua pekerja kereta api terluka ketika mereka memicu ranjau darat era Perang Dunia II di luar St Petersburg (sebelumnya Leningrad). Polisi Rusia Barat juga menangkap seorang pria pada 2013 yang mencoba untuk menjual lima peluru mortir 81mm yang dia temukan. Ia menemukan enam, tapi satu meledak ketika diuji dengan dilemparkan ke dalam api. Berat amunisi ini 4-5 kg (8,8-11 pon).

Sejumlah pemerintah daerah di Rusia menawarkan hadiah bagi orang yang menyerahkan amunisi kuno, atau lebih baik lagi, jangan mencoba memindahkan barang-barang dan segera melaporkan lokasi.

Namun kabarnya , penghargaan ini bukan satu-satunya biaya yang harus terus dikeluarkan akibat Perang Dunia. Beberapa masalah terburuk terjadi di pulau-pulau Pasifik yang diperebutkan selama Perang Dunia II. Misalnya, AS menghabiskan lebih dari US$50 juta untuk membersihkan bom dan amunisi era Perang Dunia II di Guam ketika mengembangkan pangkalan.

Selama beberapa tahun terakhir tim penjinak bom dari Guam dipanggil 4-5 kali seminggu setelah 70 tahun Perang Dunia II berakhir.

Senjata yang tidak meledak di tahun 1940-an kini semakin tua dan lebih rentan. Meledakkan bom di tempat akan mahal, karena itu berarti mengevakuasi banyak orang, dan merusak rumah dan bisnis.

Dan untuk amunisi yang tidak meledak dari Perang Dunia I (yang berakhir pada tahun 1918), dan Perang Saudara Amerika (yang berakhir pada tahun 1865), kabarnya akan terus muncul dan menjadi ancaman yang mematikan.

Lihat juga : 10 Senjata Rahasia Jepang Untuk Menghadapi Perang Dunia ll ini Sangat Luar Biasa

iklan