Remaja ini Pura Pura Sakit dan Mengemis di KRL, Saat Diperiksa Tasnya Ternyata ini Isinya

Inafeed.com – Seorang remaja bernama Ipan Maulana ditemukan sakit lemas di bangku kereta rel listrik (KRL) jurusan Depok – Jakarta yang kemudian dibawa ke pos kesehatan Stasiun Manggarai oleh penumpang beserta Petugas Kemanan Dalam (PKD) KRL.

Namun dari hasil pemeriksaan dokter, Ipan diketahui tak punya penyakit dan tubuhnya dinilai sehat. Ipan yang pada saat itu menggunakan baju seragam SMP, berpeci kupluk hitam putih, membawa kresek merah berisi sekira 30 tisu ukuran besar langsung diamankan pihak kemanan karena diketahui pura – pura menangis dan mengemis di KRL.

Pihak  PKD mengontak Tim Reaksi Cepat (TRC) Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menangani permasalahan remaja tersebut. Selain itu, petugas TRC Kemensos kemudian merujuk remaja ini ke Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Putra Utama 1 Klender untuk mendapatkan pembinaan.

Kepala PSAA Putra Utama 1 Klender Marwianti mengatakan, Ipan awalnya mengaku harus jual tisu buat makan. Sebab dia mengaku sudah ditinggal orang tua dan tidak mampu membayar uang sekolah.

“Setelah dicek isi tasnya ternyata ada handphone Samsung, powerbank, kunci motor, rokok Magnum tinggal dua batang, uang Rp 500 ribu hasil belas kasihan penumpang KRL” papar Marwianti, Selasa (15/11).

Marwianti yang merupakan pihak PKD ternyata sudah mengawasi dan mengamati tingkah remaja tersebut di dalam KRL sejak beberapa hari lalu. Ipan dinilai telah bermodus dengan pura – pura menangis dan berpura – pura sedang dalam kondisi sakit agar mendapat belas kasihan warga.

“Modus yang dijumpai petugas di dalam kereta adalah pura-pura sakit, kaki pincang, atau pura-pura pingsan seperti saat ditemukan oleh penumpang” tambahnya.

Marwianti juga menjelaskan lebih lanjut ternyata aksi mengemis Ipan itu hanya untuk kesenangannya . Ipan berusaha mencari uang untuk bisa membeli rokok dan segala keperluannya.

Hal ini terungkap setelah Marwianti mengecek handphone pelaku. Mereka berusaha menghubungi beberapa kontak yang ada di handphone Ipan, pertama ditemukan kontak ibunya bernama Wartinah. Lalu ditemukan kontak seorang bapak yang memodali tisu bernama Yana.

“Menurut Yana, Ipan biasa merokok dan motornya diparkir di terminal Depok, selanjutnya dia melakukan aksinya di dalam KRL,” tutup Marwianti.

Miris ya guys..

iklan