6 Kisah Mengerikan Uji Coba Medis yang Mengkorbankan Kaum Tak Berdaya

Inafeed.com – Tahukah kamu jika ternyata selama ini banyak sekali uji coba mengerikan sejumlah tim medis yang mengkorbankan kau tak berdaya.

Seperti yang kita ketahui jika eksperimen medis hingga saat ini adalah hal yang sangat mengerikan. Pasalnya, selalu akan ada yang dikorbankan untuk uji coba, dan belum tentu hal ini membuahkan hasil yang baik.

Apalagi di era modern seperti sekarang, perusahaan yang menggunakan bahan kimia di produknya seringkali diprotes karena menggunakan binatang sebagai objek uji coba. Namun hal ini tentu berbeda dengan zaman dahulu.

Dan kali ini ada beberapa kisah mengerikan uji coba medis yang mengkorbankan kaum tak berdaya. Seperti yang dilansir dari Merdeka.com, inilah dia diantaranya :

1. Obat TBC yang diuji ke anak keluarga miskin

1

Pada tahun 1908, dokter sedang dituntut untuk segera menemukan obat atau pencegahan dari tuberkolosis. Namun uniknya, para dokter yang disebut-sebut ahli justru memutuskan untuk menguji coba obat yang baru diramunya kepada anak-anak dari keluarga miskin di rumah sakit anak-anak Washington DC. Para ilmuwan ini akhirnya sengaja menjangkiti anak-anak dengan basili tuberkolosis dan juga kultur tuberkulin tanpa sepengetahuan orang tua atau penjaga mereka.

Beruntung, tak sampai ada korban jiwa dari peristiwa ini. Namun berdasarkan hukum di tahun tersebut, pelanggaran hak-hak individu yang telah terjadi pada anak-anak ini sama sekali tak mendapat tindakan apapun. Berbagai resiko buruk tentu bisa terjadi mengingat di era 1900an tersebut, TBC bisa merenggut nyawa warga Amerika Serikat hingga 110.000 orang per tahunnya.

Serem guys.

2. Tempat tidur yang terkontaminasi kolera

2

Kisah mengerikan uji coba medis juga salah satunya dilakukan dengan menggunakan tempat tidur yang sudah terkontaminasi kolera.

Di tahun 1871, Rusia menggunakan cara yang cukup kejam untuk mengatahui sebarapa bahaya penyakit menular dari bakteri kolera. Dan utuk mencari tahu penyebaran penyakit kolera, penyakit yang menyebabkan dehidrasi dan diare yang parah, pemerintah menempatkan para narapidana di tempat tidur yang sebelumnya terdapat orang meninggal karena kolera di tempat tidur tersebut. Lalu percobaan juga dilakukan di tempat tidur bersih. Dari empat orang narapidana yang dilibatkan dalam percobaan ini, 3 orang meninggal karena kolera dalam waktu 4 jam saja.

3. Pemberontak dihukum mati dan jasadnya digunakan untuk penelitian medis

3

Salah satu kisah mengerikan terkait uji coba medis juga dianatara pernah dilakukan di negara  Perancis tepatnya di era pertengahan tahun 1800an.

Uji coba medis yang sungguh mengerikan ini terjadi di tahun 1866, ada empat orang pemberontak yang tertangkap di laut, akhirnya dibawa kembali ke tanah Perancis untuk dieksekusi mati. Segera setelah dipenggal, kepala dan tubuh mereka langsung diserahkan pada ilmuwan untuk objek berbagai percobaan. Lebih mengerikan lagi, hal ini diumumkan di koran secara gamblang, seakan-akan hal seperti ini adalah hal yang manusiawi.

4. Pembedahan makhluk hidup yang dilakukan pada yatim piatu

4

Uji coba medis yang juga cukup mengerikan terjadi  pada tahun 1913 dimana dunia digegerkan dengan laporan dari media cetak The Washington Herald, yang menyebutkan bahwa anak-anak yatim piatu digunakan untuk subjek pembedahan makhluk hidup di banyak rumah sakit di penjuru dunia.

Salah satu kasusnya menimpa seorang dokter Jepang, yang telah melakukan eksperimen ke 146 anak yatim piatu yang diperoleh dari rumah sakit. Kasus yang dibawa ke kongres Internasional bersamaan dengan kasus lain ini, memperlihatkan berbagai tahap pembedahan makhluk hidup, di mana diperlihatkan juga instrumen pembedahannya yang cukup mengerikan. Di antara mereka ada yang sengaja diberi penyakit seperti disuntikkan sifilis, lalu dibedah.

5. Transplantasi kelenjar hewan ke manusia

5

Uji coba yang cukup mengerikan juga dilakukan dengan transplantasi kelenjar hewan ke manusia. Di sebuah artikel surat kabar New York Tribune tahun 1921, menyebutkan bahwa sekelompok dokter-dokter di Jepang dari sebuah fakultas kedokteran di sana, mencoba mencangkokkan kelenjar hewan ke manusia, sebagai eksperimen untuk memperbarui vitalitas orang tua yang sudah pikun.

Tentu banyak orang tua dikorbankan untuk eksperimen ini. Uniknya, pencangkokan kelenjar hewan ke orang tua ini ternyata memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi.

Bahkan eksperimen ini banyak melebar ke ranah lain, yakni mencangkok testis orang tua dengan testis hewan dengan tujuan meningkatkan kembali vitalitas seksual mereka. Tentu hal ini tak berhasil dan sebagai gantinya ada orang tua malang yang menikmati sisa hidupnya tak memiliki buah zakar.

Pada akhirnya, dokter akhirnya membuat serum khusus yang dibuat dari kelenjar hewan, dan serum ini disuntikkan ke pria yang telah mengalami penuaan.

6. Percobaan menghidupkan orang mati yang berujung korban yang ‘terbunuh dua kali’

6

Menghidupkan orang mati sepertinya menjadi hal yang mustahil. Tapi kali ini ada sebuah uji coba medis yang berusaha untuk menghidupkan korban yang terbunuh dua kali.

Uji coba ini dilakukan pada tahun 1879 yang tertuang dalam sebuah artikel berjudul “Meninggal dua kali: orang mati dibuat batuk, melirikkan mata, dan mengerang.”

Dalam artikel tersebut diperlihatkan sebuah percobaan medis yang semata-mata dan tanpa tujuan ingin mencoba menghidupkan orang mati dengan menggunakan jasad seorang terpidana mati yang berhasil diplot untuk dijadikan eksperimen.

Terpidana mati dengan kasus pembunuhan istri bernama Merrick, akhirnya dieksekusi dan tubuhnya diserahkan ke Indianapolis Medical College untuk eksperimen medis. Mayat tersebut langsung diletakkan ke di kelas yang penuh dengan mahasiswa, dan mereka berkesempatan untuk melihat bagaimana para ilmuwan menghidupkan orang mati.

Eksperimen itu dilakukan dengan beberapa langkah. Pertama-tama, mereka memompa udara kembali ke paru-parunya dengan sebuah alat. Lalu darah yang telah menggumpal dibuang, dan diganti dengan darah kambing yang telah dicampur susu dan dihangatkan hingga temperatur 38 derajat Celcius. Sebuah kawat yang terhubung ke baterai dimasukkan ke dua lubang yang dibor di tengkorak mayat tersebut.

Ketika alat dinyalakan, para ilmuwan seketika girang karena ada darah detak jantung yang muncul di jasad tersebut. Bahkan para mahasiswa melihat jasad tersebut membuka mata dan menggerakkan bola matanya. Ilmuwan mencoba mematikan alat eksperimennya untuk melihat bagaimana mayat ini hidup kembali.

Namun akhirnya degup jantung dari jasad ini makin tak menentu, pupil dari mata yang terbuka ini bahkan mampu merespon cahaya dengan cukup baik. Tak lama kemudian, jantung berdegup lebih mantap, wajahnya tak lagi pucat, dan dada si jasad tersentak seolah ia ingin batuk. Ia mengerang.

Nah, itulah dia keenam kisah uji coba media yang begitu mengerikan.