Tahu Gak, Ternyata Indonesia Punya Peran dalam Kekalahan Amerika di Vietnam

Inafeed.com – Kekalahan Amerika dalam perang melawan Vietnam ternyata menjadi salah satu rahasia besar dimana negara Indonesia yang menjadi penyebab kekalahan Amerika itu.

Seperti yang kita ketahui sebelumnya jika Amerika adalah negara terkuat di dunia selama beberapa abad belakangan ini. Kuat di bidang ekonomi, kuat di bidang militer. Sekedar untuk menggambarkan kekuatan militernya, kita bisa melihat dua fakta:

  • Pertama, penerimaan devisa nomor satu di Amerika adalah dari ekspor senjata, baru kemudian dari ekspor film.
  • Kedua, Pentagon, Departemen Pertahanan Amerika Serikat adalah institusi pemegang hak cipta terbanyak di dunia.

Tapi tahukah gak kamu jika kekalahan Amerika pada perang Vietnam itu ternyata akibat Indonesia.  Hal ini dikarenakan tentara Amerika kalah dalam perang Vietnam karena tidak mampu menghadapi serangan gerilyawan Vietcong.

Gerilyawan Vietcong sangat mengusai medan pertempuran di hutan-hutan. Mereka sangat menguasai teknik perang bergerilya. Lalu darimana gerilyawan Vietkong belajar perang gerilya yang hasilnya menang perang lawan Amerika.

Disinilah hubungannya perang Vietnam dan Indonesia. Beberapa pimpinan gerilyawan Vietkong mengatakan bahwa mereka belajar dari buku “Pokok-Pokok Perang Gerilya” karangan Jendral AH Nasution dan menjadikannya pedoman mereka dalam menetapkan strategi.

Perlu kamu ketahui jika Nasution adalah salah seorang dari 3 Jenderal Besar bintang 5 di Indonesia. Vietcong tidak berpatokan pada Mao Tse Tung yang juga ahli perang gerilya karena kondisi alam dan masyarakatnya berbeda.

Kondisi alam dan masyarakat yang paling mirip dengan Vietnam adalah Indonesia dan itu ada dalam buku karangan Nasution (Dr. Salim Said dan Saleh A Djamhari –sejarawan UI- mengatakan hal ini dalam beberapa seminar).

Jadi tidak berlebihan kalau dikatakan, Amerika kalah perang (salah satunya) karena Indonesia.

Dan yang menarik bagi Indonesia bisa terlibat dalam kekalahan Amerika ini diantaranya bisa membanggakan sebuah perang dengan jutaan korban yang artinya hal tersebut bisa menunjukkan bahwa pemikiran seorang anak bangsa Indonesia bisa mempengaruhi peta dunia.

Karena itu jangan ragu untuk berkarya dan menuangkan pikiran kita, karena pemikiran tidak mengenal batas tempat dan waktu. Fakta sejarah ini juga menunjukkan sekali lagi kekuatan sebuah tulisan atau sebuah buku. Jutaan orang mungkin punya pengalaman perang gerilya, tapi akhirnya yang bisa menjadi referensi adalah yang menulis.

Setelah kekalahannya di Vietnam, Amerika berusaha kembali menaikkan citra dan harga dirinya. Puluhan film-film bertemakan perang Vietnam seperti film Rambo dan film serinya “Tour of Duty”. bermunculan dengan sudut pandang Amerika menang melawan gerilyawan Vietnam. Belajar dari Vietnam, Amerika kini menghindari perang langsung kecuali didahului serangan udara bertubi-tubi.

Selama ini bangsa Indonesia menjadi korban tergilas kemajuan zaman, karena tidak mampu mengejar persaingan. Bangsa besar yang mungkin lebih harus kita cermati saat ini justru Cina. Saat ini Cina adalah kekuatan ekonomi terbesar kedua setelah Amerika, setelah tahun ini melampaui Jepang. Dalam waktu tidak terlalu lama diduga Cina akan mampu melampaui Amerika.

Kebijakan ekonomi Cina saat ini mengimpor begitu banyak gas alam dan batu bara dari Indonesia, bahkan mereka menumpuk-nya untuk cadangan energi. Negara Cina punya material tersebut di tanah mereka tetapi mereka memilih untuk mengimpor dari Indonesia.

So, walaupun begini bangsa kita harus lebih berhati – hati guys dengan perlawanan perang yang mungkin saja terjadi tanpa kita duga sebelumnya.