Seperti ini Fakta Tentang Kota Aleppo, Kota Terbesar Kedua di Suriah yang Kini Jadi Medan Pertempuran

Inafeed.com – Salah satu kota yang kini sedang membuat heboh masyarakat dunia yakni kota Aleppo. Kota ini dikabarkan sedang memanas seiring terjadinya gencatan senjata yang berlangsung di Suriah.

Dari sejumlah laporan yang ada , puluhan penduduk sipil tewas oleh serangan Rezim Bashar Assad dan sekutunya.

Aada banyak sekali fakta – fakta tentang kota Allepo ini yang diantaranya :

1. Aleppo adalah kota terbesar kedua di Suriah dan sebagai pusat industri dan keuangan negara.

Ternyata , dikota Allepo inilah yang dijadikan sebagai kota pusat industri dan keuangan negara. Kota Allepo kini menjadi kota terbesar kedua yang nantinya dijadikan sebagai pusat perdagangan sepanjang sejarah.

Menurut sejarawan, Aleppo adalah kota komersial dan industri yang paling berkembang pada kekaisaran Utsmaniyah setelah Konstantinopel dan Kairo.

Aleppo dengan luas wilayah 190 km persegi itu telah memiliki sarana transportasi yang lengkap mulai stasiun hingga bandara. Ia juga terkenal dengan industri tekstil, bahan kimia, farmasi, elektronik dan lainnya, termasuk industri pariwisata yang terus berkembang.

Seiring oposisi Suriah melancarkan serangan di kota tersebut setelah menguasai wilayah utara Suriah ini terus membuat wilayah Allepo diperebutkan antara pihak Oposisi dan Rezim.

Diketahui sejak tahun 2013, pasukan Rezim terus gencar melakukan serangan udara. Dan pada 2015, Rusia memberikan bantuan udara kepada Rezim dan mengerahkan jet-jet tempurnya untuk menghancurkan wilayah-wilayah di kota ini.

2. Aleppo yang menjadi salah satu kota tertua

Aleppo ataupun “Halab” dalam bahasa Arab, adalah salah satu kota tertua yang masih memiliki penghuni di dunia, yang disebutkan dalam teks-teks Mesir dari abad ke-20 SM.

Pertempuran yang terus memanas di kota Allepo ini pun meninggalkan sisa – sisa dari sebuah kuil di milenium ketiga yang sampai kini telah mendominasi daerah tersebut serta memberikan benteng pertahanan selama berabad-abad.

Sejak berhasil ditemukannya kota Allepo ini pemerintah pun menentukan politik dan ekonomi selama abad ke-18 SM .

Dan sebagai ibu kota kerajaan Yamkhad, Allepo jatuh ke bangsa Het, sebuah bangsa Anatolia Kuno. Selain menjadi kota terbesar , Aleppo juga menjadi sebuah kota penting dari periode Helenistik (masa paling berpengaruh bagi kebudayaan Yunani di Eropa dan Asia) dan sebuah pos perdagangan utama bagi pedagang yang lewat di antara Mediterania dan wilayah ini hingga ke timur.

Pada akhirnya kota ini berada di bawah Kekaisaran Romawi dan menjadi lalu lintas para kafilah dagang di bawah aturan Byzantium.

Pada 636 Masehi, Aleppo ditaklukkan oleh pasukan Muslim Arab. Sekitar 80 tahun kemudian, pada masa pemerintahan Khalifah Sulaiman dari Daulah Umayyah dibangunlah sebuah Masjid Agung di kota ini.

Berlanjut pada abad ke-10, Aleppo menjadi ibukota utara dinasti Hamdani Suriah, tetapi kemudian mengalami masa perang dan gangguan, dimana Kekaisaran Bizantium, Tentara Salib, Fatamids dan Seljuk bersaing memperebutkan wilayah itu dan sekitarnya.

Aleppo masih belum normal hingga pertengahan abad ke-12. Di tahun 1260, Aleppo ditaklukkan oleh bangsa Mongol. Kota ini kemudian mengalami wabah penyakit di tahun 1348 dan serangan dari Timur pada tahun 1400.

Pada tahun 1516, Aleppo menjadi bagian dari Daulah Utsmaniyah. Setelah itu menjadi pusat perdagangan antara Timur dan Eropa.

Menariknya lagi , Alepo juga ternyata dijadikan sebagai tempat perang yang terus berkecamuk. Hal ini diketahui karena perang yang terjadi di Allepo tak kunjung berakhir.

3. Perang yang Terus Berkecamuk di Aleppo

Ketika protes anti-pemerintah di Suriah meletus pada Maret 2011, Rezim melakukan segala usaha untuk memastikan Aleppo tidak jatuh ke tangan oposisi.Sayangnya ,  Aleppo tetap jatuh pada pertempuran panas di dalamnya.

Pada bulan Februari 2012, dua serangan bom menghantam markas intelijen dan polisi Suriah dan menewaskan 28 orang dalamnya. Setelah itu bentrokan semakin meningkat antara Rezim Suriah dan oposisi di wilayah-wilayah yang dekat dengan Aleppo.

Pertempuran di kota Aleppo dimulai pada pertengahan Juli 2012. Oposisi berhasil merebut kendali dari beberapa kabupaten di utara, timur, selatan dan barat.

Pada akhir bulan, pertempuran menyebar ke pusat kota bersejarah, bahkan mencapai gerbang kota tua, sebuah situs Warisan Dunia Unesco.

Saat ini , warga Suriah di wilayah itu semakin tertekan setelah Rusia secara resmi mengumumkan perang di Suriah untuk membantu Rezim. Kabarnya , pemerintah Suriah akan merebut kembali kota-kota utara Aleppo dan mengklaim telah mengepung oposisi di tahun 2016 ini.

Lihat juga : Orang ini Mengancam Akan Musnahkan Kota Mekkah Dan Madinah, ini Alasannya

iklan