Sumpit Dayak Senjata Paling Ditakuti Belanda Pada Zaman Dahlulu. Ternyata ini Keistimewaanya Hingga ditakuti

Inafeed.com – Tahukah kamu jika ada salah satu senjata khas Dayak Kalimantan yang sanagat ditakuti Belanda pada masa perang. Senjata milik suku Dayak ini bukan berbentuk senjata api melainkan hanya berbentuk sumpit.

Saking takutnya Belanda dengan sumpit Dayak ini sampai menimbulkan kegaduhan sebagaimana umumnya senjata-senjata jarak jauh, baik saat ditembakkan maupun saat mengenai sasaran.

Senjata sumpit milik suku Dayak Kalimantan ini dibuat tak hanya untuk melumpuhkan sasaran tembak, melainkan untuk membunuh.

Seperti ini bentuknya

sumpit4

Salah satu kehebatan yang ada pada sumpit Dayak ini diantaranya memiliki kekuatan racun yang mampu mematikan korban hanya dalam waktu beberapa menit saja.

Parahnya lagi , setelah sumpit itu mengenai sasaran , tidak ada penawar untuk racunnya, sehingga apapun dan siapapun yang terkena racun ini dipastikan akan segera mati.

Ada beberapa keistimewaan dari senjata sumpit milik suku Dayak , Kalimantan ini. Seperti yang dilansir dari blogspot.com, inilah dia diantaranya :

1. Senjata Pasukan Hantu

Salah satu keistimewaan dari senjata sumpit milik suku Dayak yakni senjata pasukan hantu. Sejak dulu , senjata api keampuhan sumpit Dayak sangat ditakuti Belanda . Dengan sistem tempur gerilya, pasukan Dayak mengendap dan menembakkan sumpitnya dari jarak yang cukup jauh, bisa sampai 200 meter.

Dari sejak itu , sumpit dayak membuat kegaduhan tersendiri karena dianggap bisa membunuh pasukan Belanda yang bahkan tidak tahu dari arah mana mereka diserang.

Sejak saat inilah pasukan Dayak yang menggunakan senjata sumpit ini disebut sebagai pasukan hantu.

Bagaimana tidak ditakuti, perbandingan tingkat bahaya yang diancamkan sumpit jauh lebih tinggi ketimbang senjata modern Belanda pada masa itu. Orang yang tertembak peluru di bagian tubuh yang tidak fatal hanya akan menderita sakit. Jika bersarang di tubuh, peluru tinggal dikeluarkan dan dengan pengobatan secukupnya, korban penembakan akan sembuh dalam waktu relatif singkat.

2. Racun Mematikan, Tapi Daging Hewan Buruan Bisa Dimakan

Sumpit milik suku dayak juga sangat ditakuti Belanda karena memiliki racun yang mematikan . Bahkan untuk memburu hewan , sumpit ini dijadikan alat yang paling ampuh.

Sumpit dayak bisa membunuh hewan dalam sekejap . Walaupun kandungan racun di dalam sumpit itu bisa membuat hewan sasaran mati , tetapi daging hewan tersebut masih bisa dimakan.

Para pemburu hanya perlu membuang bagian daging di sekitar luka tembak.

3. Warisan Budaya Indonesia dan Perkembangannya

Sumpit yang dimiliki suku Dayak Kalimantan  ini merupakan warisan budaya Indonesia. Namun ternyata , alat ini tak hanya digunakan untuk suku dayak Indonesia saja tetapi suku asli Amerika selatan dan kaum Samurai Jepang juga menggunakannya.

Dari cerita perkembangannya belum diketahui pasti kapan suku Dayak mulai menggunakan senjata Sumpit ini, tapi meninjau pola hidup di pedalaman hutan di mana perburuan hewan untuk dikonsumsi serta peperangan antar anak suku yang dikisahkan banyak terjadi jauh di masa lalu.

Diperkirakan sumpit muncul di awal-awal pertumbuhan peradaban suku Dayak. Kabaranya , selain sebagai senjata, sumpit dibuatkan replikanya untuk kebutuhan kesenian dan wisata etnis. Oleh para seniman, sumpit dan kegiatan menyumpit ditransformasi ke dalam bentuk tarian. Sedangkan untuk para wisatawan yang datang ke kalimantan, tersedia juga berbagai macam replika sumpit untuk cindera mata.

4. Struktur Sumpit

Diliat dari strukturnya, senjata sumpit suku Dayak terdiri dari tiga bagian utama, yakni batang sumpit (berbentuk pipa), anak sumpit (damek) dengan racun pada matanya, dan mata tombak (sangkoh) terbuat dari logam atau batu gunung.

Di bagian sangkoh ini dipasang di ujung batang sumpit dengan fungsi seperti sangkur pada senapan, yakni sebagai senjata cadangan yang dipergunakan pada pertempuran jarak dekat.
perlengkapan senjata sumpit suku Dayak

Dan untuk amunisi sumpit, damek, ditempatkan pada sebuah wadah (telep) yang biasanya berkapasitas 50-100 damek. Pada batang damek yang biasanya berukuran panjang 15 cm itu, terdapat dua bagian penting yang dengannya damek melesat dengan cepat tanpa suara dan menembus tubuh sasaran tembak dan membunuhnya; ialah mata damek yang runcing dan beracun di bagian kepala, serta lilitan kapas atau bahan lain di bagian ekor yang berfungsi untuk menjaga akselerasi damek pada saat melesat.

Lihat juga : Suku-Suku Paling Ditakuti di Dunia Salah Satunya Berasal dari Indonesia

iklan