Kisah Pilot Yang Menjatuhkan Bom Atom ke Kota Hirosima. Dikejar Kejar Sampai Mati

Inafeed.com – Siapapun yang membuat kesalahan atau onar pasti akan menjadi sosok yang tak tenang hidupnya. Seperti sosok buronan yang selalu dikejar – kejar polisi agar bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Dan kali ini ada sebuah kisah seorang pilot yang dikejar – kejar sampai mati gara – gara menjatuhkan bom atom ke kota Hirosima.

Peristiwa yang terjadi pada hari 6 Agustus 1945, pesawat B-29 bernama Enola Gay melayang di atas kota Hiroshima, Jepang. Pemantauan yang dilakukan di sebuah muatan besar yang dinamai Little Boy dan dilepas dari dalam Enola Gay itu menghasilkan sebuah bom atom pertama.

Bom atom yang pertama kali ditemukan itu kabarnya  digunakan manusia untuk memusnahkan ribuan manusia .

Bom atom jenis Little Boy ini memang menjadi bom atom yang berbahaya dan untuk pertama kalinya bom atom tersebut meledak di Hiroshima hingga mengakibatkan korban 70 ribu orang tewas dan 100 ribu lainnya luka-luka.

Lantas siapa sosok pilot yang terlibat dalam meledaknya bom Little Boy itu ?

Dia adalah sosok pilot bernama Paul Warfield Tibbets Jr yang ketika itu sedang mengoperasikan pesawat jenis Enola Gay.

Nama Enola Gay sendiri merupakan nama ibu dari Tibbets yang ketika itu berhasil membawa sebuah bom Little Boy menyebabkan kehancuran total.

Sebelum bom ini meledak , ada  90 ribu gedung di Hiroshima yang berdiri kokoh. Namun setelah bom Little Boy ini meledak , dari 90 ribu gedung tersebut hanya tersisa 28 ribu gedung yang masih terselamatkan.

Parahnya lagi tim medis dalam aksi penyelamatan peristiwa meledaknya Little Boy ini juga banyak yang meregang nyawa.  Dari 200 dokter yang ada di kota ini, cuma tinggal 20 saja yang hidup dan bisa membantu korban. Sementara, suster yang tadinya berjumlah 1.780 orang, susut hanya tersisa 150 yang mampu menuntaskan pekerjannya menolong korban bom atom.

Aksi yang sungguh membahayakan ini ternyata tidak memnbuat Tibbets  menyesal. Tibbets sendiri menyatakan tidak pernah menyesal menjalankan misinya dan dirinya malah berpendapat jika aksinya ini salah satu upaya untuk menghentikan Perang Dunia II demi menyelamatkan banyak nyawa prajurit Sekutu.

Namun mirisnya , selama ini Tibbets tetap dihantui para aktivis antinuklir. Kala tahun 1976, Tibbets kembali menerbangkan pesawat B-29 dalam sebuah air show dan memperagakan bagaimana bagaimana bom atom dijatuhkan.

Sampai pensiun hidup Tibbets seakan tidak tenang , dirinya selalu menjadi buronan aktivis antinuklir.

Lihat juga : Sepanjang Sejarah Sudah Hampir 13 Kali Terjadi Perang Nuklir di Dunia Ini