in

Miris Perawat Yang Rawat Pasien Corona Ini Malah di Usir Dari Kos-Kosannya

Ilustrasi. Seorang perawat yang positif virus corona di Italia mengakhiri hidup lantaran khawatir menularkannya ke orang lain. (Foto: AP/Jean-Francois Badias)
Ilustrasi. Seorang perawat yang positif virus corona di Italia mengakhiri hidup lantaran khawatir menularkannya ke orang lain. (Foto: AP/Jean-Francois Badias)

Tenaga medis yang berada di garda terdepan dalam melawan wabah Virus Corona (COVID-19). Banyaknya apresiasi diberikan dari berbagai pihak. Namun du tengah apresiasi ini ada muncul cerita miris.

“Kami mendapat laporan dari perawat itu bahwa ada teman-temannya tidak kos lagi di sana, di tempat kosnya. Karena setelah diketahui rumah sakit tempat bekerjanya tempat rujukan pasien COVID-19. Mereka sekarang, saya sudah tanya mereka, tinggalnya di rumah sakit dulu,” kata Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia Harif Fadhilah kepada detik.com, Selasa (24/3/2020)

Haris berbicara ada perawat  di RSUP Persahabatan yang diminta meninggalkan kamar kosnya karena stigma. Warga menganggap para perawat ini berbahaya karena dapat menularkan virus kepada warga.  

Stigma ini tidak hanya dialami oleh perawat, Koas, mahasiswa kedokteran dan mahasiswa kedokteran RS Persahabatan juga mengalaminya.

Harif kecewa dan menyayangkan atas tindakan yang dilakukan oleh warga. Ia juga memahami bahwa masyarkat ketakutan.

Harif juga menerangkan bahwa masyarakat harus diberikaan edukasi bahwa paparan COVID-19 ini bisa menular pada droplet bukan dari udara tapi percikan. Selama bisa melakukan physical distancing yang merupakan salah satu cara pencegahan. Kalau hal ini bisa dilakukan di kosan maka masyarakat tidak perlu takut.

Harif juga mendorong pihak manajemen rumah sakit rujukan pasien Corona untuk menyediakan rumah singgah bagi tenaga medisnya. Rumah singgah yang dianggap solusi untuk para tenaga medis melepas lelah karena mereka jarang kembali ke tempat tingggal.

Harif menilai kesiapsiagaan dan kesehatan petugas medis adalah hal yang penting. Untuk itu, manajemen rumah sakit harus juga menjalankan protap 14 hari kerja dan 14 hari istirahat untuk tenaga medisnya.

Harif juga menyampaikan bahwa orang yang pernah berinteraksi langsung dengan pasien positif Corona harus diisolasi apalagi para tenaaga medis yang ssehari-hari mengurusi pasien Corona.

Maka dari itu para tenaga medis juga berhak mendapatkan kesempatan beristirahat bekerja selama 14 hari.

Ilustrasi. Seorang perawat yang positif virus corona di Italia mengakhiri hidup lantaran khawatir menularkannya ke orang lain. (Foto: AP/Jean-Francois Badias)

Takut Menularkan ke Orang Lain, Perawat yang Postif Corona Ini Malah Pilih Bunuh Diri

VIRAL artis TikTok terjangkit virus Corona setelah jilati toilet duduk untuk Coronavirus Challenge. - screenshot video larz/New York Post

Artis TikTok Ini Akhirnya Positif Covid-19 Setelah Jilati Toilet Duduk