in

Tega Usir Anak Istrinya Dan Hidup Foya-Foya Orang Kaya Ini Kini Jatuh Miskin

Michael Carroll saat menjadi tukang sampah

Inafeed.com – Dilansir dari TRIBUNSTYLE.COM, Kamis (18/06/2020) seorang pria bernama Michael Carroll, asal Inggris tega mengusir anak dan istrinya. Kisah ini menjadi pengingat paling relevan agar kita tak melupakan keluarga hanya karena harta.

Kisah ini berawal dari Carroll yang hanya pria biasa yang bekerja sebagai pengepak biskuit. Namun ia mendapat bayaran sebesar 204 Poundsterling (Rp 3 juta) setiap minggunya. Dan pada tahunn 2002, Carroll mendapat keberuntungan tidak terduga. Peristwa ini yang sekaligus mengubah jalan hidupnya.

Carroll memenangkan lotre senilai Rp 223 Miliar dan membuatnya menjadi miliader dalam semalam karena hadiah tersebut. Memiliki uang sebanyak itu membuat Carroll bingung akan ia lakukan dengan uang sebanyak itu.

Bukannya menjaga supaya uangnya bisa bermanfaat untuk masa depan, Carroll malah dibuat lupa diri karena uang yang banayk tersebut.

Carrol yang masih berusia 19 tahun justru menyia-nyiakan uang yang diterimanya tersebut dengan membeli sebuah rumah di dekat Swaffham, Norfolk dan menghabiskan jutaan dollar untuk kesenangan lain seperti mobil, helikopter hingga menyewa perempuan.

Rumah yang ia beli di dekat Swaffham, Norfolk tersebut tidak dirawat dan dihancurkan begitu saja ketika dijual. Parahnya lagi, ia menjadi seorang pecandu kokain karena merasa bisa membeli narkoba dengan mudah setelah menjadi kaya. Hingga barang haram tersebut bisa ditemukan disetiap sudut rumahnya.

Carroll dikenal sebagai pemenang lottere legendaris dan dijuluki “Lotto Lout” di negara asalnya, Inggris. Namun bukannya diinvestasikan, uang tersebut malah dihabiskan dengan membeli obat-obatan dan pelacur.

Michael Carroll saat menjadi orang kaya raya

Dailymail melaporkan bahwa pada tahun 2003, Carroll diduga merokok dengan kokain dengan pengeluaran 3.000 Dollar AS (Rp43 Juta) setiap hari. Tidak hanya itu saja, Carroll juga kerap mengadakan pesta-pesta untuk memanjakan diri secara rutin di rumahnya senilai 500.000 Dollar AS (Rp7 Milliar).

Cara lain yang ia lakukan untuk menghabiskan uangnya adalah dengan membeli banyak mobil mewah yang dia tabrakan ke arena pacuan kuda buatannya sendiri. Perilaku buruk Carroll lainnya adalah ia tega mengusir istri dan anak perempuannya.

Hanya butuh waktu delapan tahun Carroll telah menghabiskan semua uangnya. Rumah mewahnya yang tak terawat akhirnya menjadi bangunan kumuh hingga menurunkan harga jual dan ia terpaksa menerima kerugian sebesar 600.000 Poundsterling (Rp8 Milliar) atas penjualan rumah itu.

Status Carroll turun drastis dari miliuner ke orang miskin. Kondisi rumah yang tidak terawat, pagar-pagar yang hancur, jendela-jendela yang hancur dan puing-puing semakin mencerminkan penurunan status yang dialami Carroll.

Padahal, jika CArroll bisa merawat segala properti tersebut dianggap bernilai setidaknya 700.000 poundsterling (Rp10 Milliar). Namun ia menjual rumah bobrok di Swaffham, Norfolk, hanya seharga 142.000 poundsterling (Rp2 Milliar).

Akhirnya Carroll kembali hidup terpuruk dengan bekerja sebagai tukang sampah dengan penghasilan 67 Dollar AS (Rp900 Ribu) per minggu. Ia juga menerima tunjangan pengangguran dan kembali ke gaya hidup lebih sederhana yang cocok untuknya.

“Pesta telah berakhir dan kembali ke kenyataan,” kata Carroll kepada Daily Mail pada tahun 2010.

“Saya sudah tidak punya dua sen untuk digosok bersama dan itulah yang saya suka. Saya merasa lebih mudah untuk hidup dengan 67 Dollar AS.” ucapnya.

5 Artis Indonesia Ini Punya Banyak Penggemar Di Korea Selatan, Ada Raisa Hingga Agnez Mo

5 Komedian Ini Memilih Hijrah Dan Tampil Lebih Religius